Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Gunung Sampah TPA Butus Ditumbuhi Ketela dan Rumput Gajah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus tampak lengang pascapenutupan untuk penerimaan sampah campuran akibat kapasitas yang sudah tidak mampu lagi menampung kiriman sampah alias overload.
Namun di balik penutupan itu, ada pemandangan unik yang kini menarik perhatian. Gunungan sampah yang telah diurug menggunakan pasir, mulai menghijau di beberapa sisi. Bukan oleh semak liar, tetapi oleh tanaman ketela rambat dan rumput gajah yang ditanam warga setempat.
"Itu ada warga yang nanam, di sisi selatan belum ada sebulan rumput gajah sudah tumbuh subur, selain rumput warga juga ada yang menanam sela (ketela rambat)," kata Gede Ngurah Jana Arika, seorang petugas jaga di TPA Butus, Selasa (27/5/2025).
Menurutnya, tanaman tersebut tumbuh cukup subur di atas tanah urugan sampah TPA Butus. Bahkan sebelumnya warga pernah memanen hasil seperti singkong hingga buah pepaya dari area TPA itu.
"Biasa saja seperti singkong pada umumnya, begitu juga pepaya, dimakan seperti biasa, rasanya juga sama," tutur Arika saat ditanya apakah hasil panen itu turut dikonsumsi warga.
Saat ini, TPA Butus hanya menerima sampah residu. Sementara, sampah yang telah dipilah diarahkan ke mesin pembakaran tanpa asap (Incinerator) yang tersedia di TPA Linggasana, persis di sebelah TPA Butus.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3294 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 769 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 706 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman