Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dahan Pohon Sakral Tumbang Timpa Pelinggih di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dahan pohon kayu putih yang diyakini telah berusia ratusan tahun patah dan menimpa dua pelinggih subak serta penyengker kolam di areal Pura Penataran Agung Jeroan, Banjar Kebon, Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, Karangasem pada Selasa, (8/7/2025).
Kepala Dusun Kebon, Gede Astika Eka Putra mengungkapkan bahwa pohon tersebut memang cukup disakralkan oleh warga setempat. Bahkan saat sebelumnya sempat ada dahan kecil yang patah, namun tidak satupun warga yang berani memanjat apalagi memangkasnya.
“Pohon itu sudah sangat tua, tingginya sekitar 20 meter dengan diameter batang 2 meter. Karena dianggap sakral, tidak sembarang orang berani menyentuh apalagi memangkas dahan-dahannya,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan cukup parah terjadi pada dua pelinggih subak dan penyengker pura, dengan estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta.
Rencananya, proses pembersihan dan penanganan akan dilakukan pada Rabu (9/7/2025) bersama pengempon pura dan tim BPBD Karangasem. Terkait dengan upakara yang akan dilakukan, pihak pengempon masih akan melakukan pembahasan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun