Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Wisata Sawah Organik, Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan di Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Destinasi agrowisata organik dinilai mampu menjadi peluang emas untuk dikembangkan di berbagai daerah di Bali.
Namun, pengembangannya perlu strategi khusus agar tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal. Hal ini disampaikan oleh General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, belum lama ini di Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar.
Menurutnya, wisata pertanian tidak bisa dilakukan secara masif karena berkaitan langsung dengan siklus tanam dan panen yang terbatas.
“Kalau dilakukan besar-besaran tanpa kendali, lingkungan bisa rusak. Wisata ini mestinya bersifat khusus dan terukur,” tegasnya.
Dwiatmika juga menyoroti pentingnya konsep organik yang belum banyak ditegaskan dalam wisata pertanian di Bali.
“Atraksi seperti ini memang sudah ada, tapi yang benar-benar menekankan pada organik masih minim. Ini yang harus jadi pembeda,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan wisata organik tidak cukup hanya dari inisiatif petani atau pelaku pariwisata. Diperlukan dukungan penuh dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, terutama dari sisi regulasi.
“Kalau pemerintah tak ikut membuat aturan yang jelas, maka pelaku di lapangan seperti petani akan berjuang sendiri. Seperti ITDC di Nusa Dua, keberhasilannya juga karena dukungan regulasi yang kuat,” paparnya.
Dalam konteks perlindungan lingkungan, pengendalian hama seperti tikus juga ditekankan harus berbasis organik.
"Salah satu komitmen yang akan dijalankan adalah menggunakan burung hantu sebagai predator alami," cetus Dwiatmika.
Dengan konsep yang terintegrasi antara hasil pertanian berkualitas, pelestarian budaya, dan ekowisata berkelanjutan, wisata sawah organik di Bali dipandang sebagai wajah baru pariwisata yang tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai lokal dan alam yang lestari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2793 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2028 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1969 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1801 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun