Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kapolres Buleleng Imbau Warga Kibarkan Merah Putih, Bukan Bendera One Piece
BERITABALI.COM, BULELENG.
Fenomena pengibaran bendera serial anime Jepang One Piece tengah ramai terjadi di sejumlah daerah di Indonesia sebagai bentuk protes masyarakat terhadap pemerintah.
Namun di Kabupaten Buleleng, Bali, hingga kini belum ditemukan adanya pengibaran bendera bergambar tengkorak tersebut.
Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah hukum Buleleng.
"Belum ditemukan terpasang di Buleleng. Kalaupun ada, nanti kami tangani secara persuasif," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/8).
AKBP Widwan mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan pemasangan bendera Merah Putih, mengingat bulan Agustus adalah bulan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini sudah masuk bulan Agustus, bulan kemerdekaan kita. Ada baiknya bendera merah putih yang kita kibarkan. Sedangkan bendera itu (One Piece) kami tidak tahu arahnya kemana, namun tetap kami pantau," jelasnya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa simbol bendera Merah Putih adalah lambang pemersatu bangsa yang harus dijunjung tinggi, apalagi di momen kemerdekaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2446 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1936 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun