Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Buleleng Festival 2025 Dibuka, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
beritabali/ist/Buleleng Festival 2025 Dibuka, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Buleleng Festival 2025, menandai kembalinya perayaan budaya besar di Buleleng setelah vakum selama enam tahun.
Dalam sambutannya, Giri Prasta memberikan apresiasi kepada Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra beserta jajaran atas penyelenggaraan festival yang dinilai mampu memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, sekaligus inovasi pengelolaan lingkungan.
"Buleleng Festival yang dibuka Bapak Bupati ini luar biasa sekali," ujarnya dengan penuh antusias.
Ia menekankan tiga pilar utama festival, yakni menggerakkan seniman lokal dengan prinsip kemajuan tanpa meninggalkan adat-budaya, menghidupkan perekonomian, serta menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda.
"Saya harap tahun depan lebih bagus lagi. Ini akan kita jadikan evaluasi dan kita di provinsi akan membantu ke depannya," janji Giri Prasta.
Fokus pada Pengelolaan Sampah
Dalam arahannya, Giri Prasta menyoroti pentingnya pengelolaan sampah festival agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia mendorong agar seluruh sembilan kecamatan dan 148 desa/kelurahan di Buleleng memiliki TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Selain itu, Pemprov Bali juga menyiapkan rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiap kecamatan dan melakukan konsultasi intensif dengan Bupati untuk solusi jangka panjang, termasuk pengelolaan sampah di TPA Bengkala.
"Tujuannya untuk kita wariskan kepada anak cucu di Buleleng," tegasnya.
Festival Angkat Filosofi Topeng
Bupati Sutjidra menambahkan bahwa Buleleng Festival 2025 mengangkat filosofi topeng sebagai warisan budaya tak benda. Topeng tidak hanya sebatas penutup wajah, tetapi juga sarat dengan cerita, karakter, dan nilai luhur.
Festival yang berlangsung enam hari, 18–23 Agustus 2025 ini, menjadi ruang edukasi generasi muda sekaligus pameran keberagaman topeng khas Buleleng, mulai dari topeng sakral ritual hingga seni pertunjukan.
Baca juga:
Lomba Kuliner Hotel di Buleleng Festival
“Mulai dari topeng sakral dalam ritual hingga topeng seni pertunjukan. Ssekaligus edukasi bagi generasi muda,” jelas Sutjidra.
Festival Ramah Lingkungan
Selain pertunjukan budaya, festival tahun ini juga memperhatikan aspek keberlanjutan. Material yang digunakan seluruhnya berwawasan lingkungan. Salah satu yang menarik perhatian adalah patung raksasa di panggung utama yang dibuat dari plastik daur ulang seberat 1,7 ton.
"Saya menyaksikan sendiri bagaimana mereka mengangkat patung ini," imbuh Sutjidra.
Penggunaan material daur ulang serta pengelolaan sampah yang meminimalisir ke TPA menjadi bukti nyata komitmen Buleleng dalam menggelar festival budaya yang ramah lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2186 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun