Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Kecamatan Negara Juara Lomba Cipta Menu B2SA Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal digelar di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana, Kamis (21/8/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh lima kecamatan di Jembrana yang menampilkan kreasi kuliner menggunakan bahan pangan lokal. Tujuan lomba untuk mengenalkan pentingnya konsumsi pangan sehat sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna menegaskan pentingnya konsumsi pangan beragam untuk mencegah persoalan gizi, termasuk stunting. Ia menyebut diversifikasi pangan bukan berarti meninggalkan beras sepenuhnya, melainkan menambah variasi sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dalam pola makan masyarakat.
“Dengan memanfaatkan pangan lokal, masyarakat bisa menciptakan menu yang sehat dan mudah diterapkan di keluarga,” ungkapnya.
Dari hasil penilaian juri, Kecamatan Negara berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Melaya sebagai juara kedua. Posisi ketiga diraih Kecamatan Pekutatan, kemudian Kecamatan Jembrana di urutan keempat, dan Kecamatan Mendoyo sebagai juara kelima.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1933 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1690 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1528 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun