Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pria Kintamani Tewas Terjatuh dari Pohon Albasia di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Nahas menimpa seorang pria asal Kintamani, Bangli bernama Nyoman Sulendra (52).
Ia meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon albasia setinggi kurang lebih 30 meter saat bekerja menebang pohon di Banjar Dinas Telengan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem, Sabtu (13/9/2025).
Kapolsek Manggis, Kompol Made Suadnyana kepada wartawan menjelaskan, awalnya korban datang bersama empat rekannya dari Kintamani untuk bekerja sebagai penebang pohon.
Sebelum pohon ditebang, korban terlebih dahulu naik ke atas pohon untuk memotong beberapa dahan agar proses penebangan lebih mudah. Namun, saat melakukan pemotongan dahan terakhir, korban tiba-tiba terjatuh.
“Korban naik ke atas pohon tanpa menggunakan alat pengaman apapun. Rekannya sempat mendengar teriakan sebelum korban ditemukan jatuh bersama dahan yang dipotong dari ketinggian sekitar 30 meter,” jelas Suadnyana, Minggu (14/9/2025).
Korban sempat mendapat pertolongan dari rekan-rekannya, namun dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka serius di sejumlah bagian tubuh. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka di Kintamani.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2399 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun