Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Berjuang Lawan Nyeri dan Diabetes, Warga Karangasem Masih Bisa Tersenyum Berkat JKN
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menjadi penopang bagi masyarakat kurang mampu di Bali. Salah satunya dirasakan oleh I Wayan Sukarta (62), warga Desa Tumbu Kaler, Karangasem, yang kini harus berjuang melawan penyakit saraf dan diabetes di usia senjanya.
Sukarta mengalami keluhan nyeri pada bahu hingga lengan kanan yang membuatnya sulit beraktivitas. Rasa kaku yang awalnya dianggap ringan justru semakin parah, hingga akhirnya ia harus bolak-balik menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas dan rumah sakit.
“Awalnya hanya kaku, saya pikir akan hilang sendiri. Tapi makin lama makin sakit hingga membuat saya sulit bergerak, bahkan sampai tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya, Kamis (7/8).
Setelah menjalani pemeriksaan berulang kali, Sukarta mendapat rujukan ke poli saraf hingga akhirnya harus menjalani terapi fisioterapi. Ia mengaku sempat khawatir soal biaya yang harus dikeluarkan, apalagi dirinya sudah tidak lagi bekerja.
Namun kekhawatiran itu sirna karena seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh oleh JKN. Sukarta terdaftar sebagai peserta JKN kelas 3 dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah.
“Saya sudah tidak bekerja, jadi kalau harus bayar sendiri, saya tidak tahu bagaimana caranya. Anak saya bilang kalau pengobatan saya telah ditanggung JKN, seketika hati saya terasa ringan,” tuturnya penuh syukur.
Tak hanya biaya pengobatan saraf, JKN juga membantu Sukarta dalam penanganan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 yang dideritanya. Ia menyebut pelayanan yang diterima sangat baik, cepat, dan tanpa diskriminasi meski dirinya peserta PBI.
“Saya dilayani dengan baik, tidak dibedakan meski saya peserta JKN tanggungan pemerintah. Semua petugas ramah dan membantu,” imbuhnya.
Kini, Sukarta masih menjalani kontrol rutin dan terapi untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil. Ia berharap JKN terus berlanjut agar masyarakat seperti dirinya tetap mendapatkan akses pengobatan yang layak.
“Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu harus bagaimana. Saya berharap pemerintah terus melanjutkan program ini, karena banyak orang seperti saya yang sangat bergantung pada JKN,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: BPJS Klungkung
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun