Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Jalan Penghubung Lokapaksa-Ularan Buleleng Akhirnya Diperbaiki Setelah Puluhan Tahun Rusak
beritabali/ist/Jalan Penghubung Lokapaksa-Ularan Buleleng Akhirnya Diperbaiki Setelah Puluhan Tahun Rusak.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Setelah puluhan tahun rusak parah, jalan penghubung strategis antara Dusun Sorga, Desa Lokapaksa, dan Desa Ularan di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali akhirnya mengalami peningkatan signifikan.
Pengerjaan jalan yang memiliki panjang 1,26 kilometer ini telah mencapai 99 persen. Kunjungan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekretaris Daerah Gede Suyasa pada Kamis (6/11/2025) mengungkapkan pentingnya proyek ini untuk memperbaiki kondisi infrastruktur yang selama ini sudah sangat memprihatinkan.
"Dari 15 tahun yang lalu atau bahkan lebih ya mungkin sudah 20 atau 30 tahun lalu, dari pengakuan warga sudah tidak pernah mendapatkan perawatan, sudah hancur sekali," ungkap Sutjidra.
Proyek ini menjadi prioritas Pemkab Buleleng mengingat kerusakan jalan yang parah dan medan ekstrem yang kerap memicu kecelakaan. Selain itu, akses ekonomi dan distribusi hasil pertanian warga juga terhambat akibat buruknya kondisi jalan.
“Ini menjadi masalahnya. Jadi kami anggarkan Rp2 miliar lebih untuk tahap pertama peningkatan yang difokuskan pada pengerasan badan jalan dengan hotmix,” tambah Sutjidra.
Salah satu kunci keberhasilan perbaikan ini adalah kolaborasi antara dua desa. Kepala Desa Lokapaksa Putu Dodik Tryana menjelaskan bahwa kendala administrasi yang muncul karena jalan tersebut berada di dua wilayah desa dapat diatasi melalui perjanjian kerjasama antara Pemerintah Desa Lokapaksa dan Ularan. Berkat sinergi tersebut, proposal bersama akhirnya disetujui oleh Pemkab Buleleng.
"Kebetulan kita dua desa sangat bagus komunikasinya. Berdasarkan itu kita buat perjanjian kerjasama desa, mengajukan proposal, dan akhirnya astungkara terwujud pengaspalan," kata Dodik.
Perbaikan jalan ini memberikan manfaat besar tidak hanya bagi warga kedua desa, tetapi juga untuk warga Desa Unggahan, Sepang, dan Pangkungparuk, yang kini dapat menikmati akses yang lebih baik.
Bagi warga Lokapaksa, seperti Putu Rastika (34), perbaikan ini merupakan jawaban atas perjuangan puluhan tahun. "Saya dari 34 tahun sampai sekarang ini barulah terealisasi. Mungkin jalannya dibuat kurang lebih sudah 50 tahunan, nol-nol sama sekali tidak ada pengerasan," ungkapnya.
Ia mengenang kesulitan yang mereka alami selama ini, di mana jalan yang licin dan berlubang membuat anak-anak kesulitan bersekolah, ibu hamil terhambat untuk melahirkan, dan akses transportasi untuk mengangkut hasil bumi sangat terbatas. Terutama saat musim hujan, di mana jalan berubah menjadi kubangan lumpur.
Meski pekerjaan pada drainase masih berlangsung secara bertahap, perbaikan jalan ini dipandang sebagai pemulihan akses untuk ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di daerah tersebut.
Selain meninjau peningkatan jalan, Bupati Sutjidra juga meninjau revitalisasi gedung SD Negeri 1 Bubunan. Dalam kesempatan itu, Bupati menyoroti masalah tanah yang digunakan untuk UKS di sekolah tersebut, yang masih menggunakan tanah Desa Adat.
“Ya walaupun sekarang masih pinjam pakai, nanti selanjutnya bisa dihibahkan. Ini untuk menghindari konflik di kemudian hari,” tutup Sutjidra.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun