Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perbekel Sidan Raih Mediator Awards 2025 Berkat Penyelesaian Sengketa Berbasis Adat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Perbekel Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, I Made Sukra Suyasa, berhasil meraih penghargaan nasional Mediator Awards 2025 dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI) dalam ajang Indonesia Alternative Dispute Resolution (IADR) Awards 2025.
Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai berperan aktif dalam penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi.
Penetapan penghargaan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 3029/K/DSI/X/2025 yang ditandatangani oleh Prof. Sabela Gayo, Pengurus DSI periode 2021–2026. Sukra Suyasa dinilai berhasil menerapkan pendekatan dialogis, musyawarah, dan mediasi adat dalam menangani berbagai persoalan masyarakat di tingkat desa.
Baca juga:
Ranperda Baru, Perbekel di Karangasem Bakal Dapat Tunjangan Anak-Istri hingga Purna Bhakti
Sejak menjabat sebagai Perbekel, dirinya dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai restoratif dan kearifan lokal. Pendekatan tersebut membuat berbagai sengketa antarwarga di Desa Sidan dapat diselesaikan damai tanpa harus melalui jalur hukum formal.
Dalam keterangannya, Made Sukra Suyasa mengaku terharu dan bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
“Saya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan di tingkat nasional seperti ini. Bagi saya, ini bukan semata-mata prestasi pribadi, tetapi hasil kerja bersama seluruh perangkat desa dan masyarakat Sidan yang selalu mengutamakan penyelesaian damai dalam setiap perbedaan,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat sistem penyelesaian sengketa berbasis adat dan budaya Bali.
“Di desa, banyak konflik kecil yang jika tidak diselesaikan dengan bijak bisa berkembang besar. Melalui mediasi, kita bisa menjaga rasa menyama braya dan keharmonisan sosial. Itulah nilai yang selalu kami pegang di Desa Sidan,” tambahnya.
Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan adat dan nilai lokal tetap relevan dan efektif dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tingkat desa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan