Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Gianyar Siapkan Ancaman Pidana Bagi Pelanggar Aturan Sempadan Sungai
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Kabupaten Gianyar mengeluarkan peringatan keras terkait larangan mendirikan bangunan permanen di area sempadan sungai.
Peringatan ini kembali ditegaskan untuk mengingatkan masyarakat akan fungsi vital kawasan sempadan sungai sebagai area perlindungan serta pencegah bencana, terutama banjir dan longsor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar, Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan, pada Senin (10/11), menegaskan bahwa tindakan tegas, termasuk sanksi pidana, siap diterapkan bagi warga yang melanggar aturan.
Ia menjelaskan bahwa sanksi bagi pelanggaran pendirian bangunan di sempadan sungai tergolong berat dan dapat mencakup pembongkaran bangunan yang berdiri di area tersebut.
"Ancaman pidana penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp3 miliar, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air," ucapnya.
Dewa Gede Putra Hartawan menambahkan bahwa pelanggaran tersebut bukan hanya soal sanksi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius seperti banjir dan longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Aturan larangan mendirikan bangunan di tepi sungai diterapkan untuk menjaga ekosistem dan fungsi alami sungai.
Dasar hukum larangan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, khususnya Pasal 45 yang menegaskan bahwa sempadan sungai wajib dijaga dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang merusak fungsi sungai.
Selain itu, Permen PUPR No. 28 Tahun 2015 juga telah mendefinisikan sempadan sungai sebagai "garis maya di kiri dan kanan palung sungai yang ditetapkan sebagai batas perlindungan sungai," tegasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat Gianyar semakin meningkat dalam menjaga lingkungan serta mematuhi aturan demi keselamatan bersama dan kelestarian ekosistem sungai.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1982 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1842 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun