Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Nelayan Hilang di Laut Sanur, Jukung Ditemukan Mesin Masih Menyala
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah terjatuh dari jukungnya di Perairan Pantai Karang Sanur, Kamis (20/5/2025). Peristiwa ini bermula saat korban berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WITA. Namun siang harinya jukung miliknya ditemukan dalam kondisi mesin masih menyala tanpa pengemudi.
"Kurang lebih pukul 14.30 WITA jukung atau perahu ditemukan oleh Boat rute Sanur-Nusa Penida dan langsung diteruskan ke tim Balawista," ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Kamis (20/11/2025) di Denpasar.
Tim Balawista bersama nelayan setempat segera menarik jukung tersebut ke pinggir Pantai Mertasari Sanur sekitar pukul 16.00 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, korban diketahui bernama Wayan Dana (60), nelayan asal Serangan.
"Kami baru dapatkan informasinya pada pukul 18.20 WITA dari Pusdalops Denpasar, dan menindaklanjuti laporan dengan menggerakkan 4 orang menuju lokasi," jelasnya.
Pencarian langsung dilakukan malam hari dengan menyisir sepanjang bibir pantai. Namun, penurunan Alut SAR laut tidak memungkinkan dilakukan karena kondisi gelap yang membuat jarak pandang terbatas.
Upaya pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) darat, yakni ke arah barat dan timur. Hingga malam, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selain tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, operasi pencarian juga melibatkan Potensi SAR 115, Arjuna Rescue, Potensi Namru, Potensi YBER, Potensi IEA, DRS Pol Air Polresta Denpasar, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun