Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Pusat Edukasi Flora Langka Bali Hadir di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Harapan baru bagi kelestarian alam Bali resmi tumbuh di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan. Kawasan kreatif seluas 44 hektare ini tengah membangun Magic Garden, ruang edutainment botani pertama di Bali yang dirancang menjadi “rumah penyelamatan” bagi lebih dari 50 spesies flora langka.
Mulai dari Majegau Bali, Cendana, hingga Randu Alas akan dirawat dalam fasilitas konservasi yang dijadwalkan dibuka untuk publik pada pertengahan 2026.
Baca juga:
65 Flora Indonesia Terancam Punah
Nuanu Creative City menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Magic Garden sebagai pusat edukasi dan konservasi flora terancam punah. Nantinya, pengunjung dapat melihat langsung, mempelajari, hingga memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati Bali melalui pengalaman interaktif yang dapat diakses semua kalangan.
“Kami merangkai yang terbaik dari Bali untuk para pengunjung, termasuk mengonservasi flora yang terancam punah. Ketika pengetahuan menjadi pengalaman, alam akan mendapatkan perlindungan nyata,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, dalam keterangan tertulisnya di Tabanan.
Ia menambahkan bahwa pariwisata masa depan harus berjalan selaras dengan alam serta memberi manfaat tanpa mengeksploitasi.
Sejumlah flora langka yang kini mulai dikonservasi di kawasan tersebut antara lain:
- Majegau Bali, kayu asli Bali yang sering digunakan dalam kegiatan adat namun kini makin sulit ditemukan.
- Cendana (Sandalwood), flora bernilai sakral yang memiliki aroma khas dan bernilai ekonomi tinggi.
- Randu Alas, pohon berbunga merah dengan serat seperti sutra, dulu tumbuh subur di sekitar pura.
Magic Garden digagas menjadi laboratorium hidup—sebuah ruang yang mempertemukan manusia dan alam melalui edukasi, teknologi, serta seni. Kehadirannya diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pariwisata berkelanjutan dapat diwujudkan.
“Sebagaimana tukang kebun menjaga setiap sudut kebunnya, kami di Magic Garden merawat keseluruhan ekosistem Nuanu Creative City. Merupakan kehormatan bagi kami untuk memberi rumah bagi flora-flora langka ini", ungkap Komang Sri Junisabtika, Magic Garden Venue Manager.
Dengan perpaduan unsur alam, seni, budaya, dan teknologi, Nuanu Creative City mengembangkan lebih dari sekadar destinasi wisata, namun ruang inspirasi yang menghidupkan kembali hubungan manusia dengan alam.
Mulai pertengahan 2026, pengunjung dapat menjelajahi Magic Garden ditemani para ahli dan menyaksikan langsung keajaiban flora Bali yang nyaris hilang dari sejarah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun