Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Petani Ditemukan Tewas di Gubuk Kebun Mendoyo

Senin, 8 Desember 2025, 08:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Petani Ditemukan Tewas di Gubuk Kebun Mendoyo.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Warga Banjar Baler Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, dikejutkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di sebuah gubuk kebun pada Sabtu (6/12/2025) sore. 

Penemuan tersebut berawal dari laporan warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi kejadian.

Setelah menerima laporan, personel Polsek Mendoyo bersama Bhabinkamtibmas Desa Yehembang langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Tim Identifikasi Polres Jembrana dan tenaga medis Puskesmas I Mendoyo turut dikerahkan untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan sesuai prosedur.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menegaskan setiap laporan dari masyarakat selalu menjadi prioritas utama pihak kepolisian.

“Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak. Kami pastikan kondisi korban dan amankan lokasi. Setiap laporan warga pasti kami tindaklanjuti secara profesional,” ujarnya.

Korban diketahui bernama I Nengah W (71), seorang petani yang tinggal seorang diri di gubuk kebunnya. Warga mulai mencium bau busuk sejak Jumat sore dan mengira sumber bau berasal dari bangkai hewan. Namun karena bau semakin menyengat keesokan harinya, saksi akhirnya menelusuri sumber aroma tersebut dan menemukan korban dalam kondisi miring ke kiri serta sudah meninggal dunia.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kelian Dinas setempat dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas hingga akhirnya ditangani oleh Polsek Mendoyo.

Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis serta olah tempat kejadian perkara oleh Tim Identifikasi Polres Jembrana yang dipimpin AIPTU I Putu Budiarta menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 3 hingga 4 hari sebelum ditemukan. Kondisi jasad yang sudah membusuk membuat penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan.

Anak kandung korban yang menjadi pelapor menyatakan telah mengikhlaskan kepergian ayahnya dan tidak menuntut pihak mana pun. Saat ini jenazah korban dititipkan di RSU Negara sambil menunggu hari baik untuk pelaksanaan upacara pengabenan.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwari, melalui Kasi Humas IPDA I Putu Budi Arnaya, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan peristiwa serupa.

“Kami turut berbelasungkawa. Bila warga melihat atau mengetahui peristiwa yang butuh kehadiran polisi, segera hubungi Layanan Polisi 110 agar bisa kami tangani cepat dan tepat,” ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami