Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Geser Bali, Yogya Jadi Pilihan Utama Libur Nataru

Sabtu, 20 Desember 2025, 23:21 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali/Geser Bali, Yogya Jadi Pilihan Utama Libur Nataru.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, preferensi wisatawan domestik mulai bergeser. Hasil survei platform akomodasi RedDoorz periode 10–20 November 2025 menunjukkan wisatawan Indonesia cenderung memilih bepergian dalam negeri, dengan Yogyakarta menjadi destinasi paling diminati.

Dalam siaran langsung RedDoorz di Instagram, Manajer Public Relation RedDoorz Indonesia, Devi Febriana menyebut tingginya minat liburan domestik dipengaruhi faktor biaya dan keindahan alam.

"Ternyata di akhir tahun ini, wisatawan paling banyak memilih jalan-jalan ke dalam negeri nih sebanyak 86 persen. Ada juga 13,4 persen-nya memilih untuk liburan ke luar negeri," ujar Devi Febriana.

"Faktor utamanya apa sih dari pemilihan destinasi liburan ini yang pertama itu ternyata ada biaya dan promosi. Lalu yang kedua ada faktor alam juga dan pemandangannya," jelas Devi.

Dalam persaingan destinasi wisata Nusantara, Yogyakarta berhasil menempati posisi pertama sebagai pilihan wisatawan saat libur akhir tahun, mengungguli Bandung dan Bali. Fenomena ini mengindikasikan perubahan preferensi wisatawan dari destinasi populer ke kota budaya yang dianggap lebih ramah kantong dan menyuguhkan pengalaman autentik.

Temuan ini juga sejalan dengan pengalaman travel influencer Dimas Ramadhan yang menegaskan daya tarik wisata Nusantara.

"Jujur tuh aku udah ke 82 negara sekarang, tapi Indonesia masih nomor satu. Ini aku benar-benar ngomong beneran karena emang alamnya tuh indah banget," kata Dimas.

Ia memuji eksotisme Indonesia bagian timur.

"Mulai dari Sabang sampai Merauke... apalagi timur tuh bagus banget kayak Raja Ampat terus kayak Labuan Bajo," tambahnya.

Meski demikian, periode liburan akhir tahun membawa risiko lonjakan harga tiket dan akomodasi. Karena itu, perencanaan lebih awal menjadi poin krusial.

"Kalau liburan akhir tahun ini wajib banget kayak setidaknya dua bulan atau tiga bulan sebelumnya karena tentunya tiket penerbangan kadang mahal, akomodasi itu jadi ya naik pasti ya harganya," ucap Dimas.

Ia menyarankan wisatawan membuat daftar estimasi biaya harian. "Jadi di list hotelnya bujetnya sekian. Nah, kalian cari hotelnya tuh harganya yang sekian," saran Dimas.

Soal konsumsi, pemilihan tempat makan juga perlu dipertimbangkan.

"Terus tempat makannya juga kalian kan bisa pakai Google kan nanti cek rumah makannya harganya berapa, jadi enggak akan membeludak," sambungnyanya.

Ia juga menyarankan wisatawan aktif menggali informasi langsung dari warga lokal untuk menemukan destinasi non-mainstream yang lebih tenang dan autentik.

"Biasanya kalau itu selalu dari orang lokal sih. Karena kalau misalkan di sosmed udah enggak hidden gem lagi dong," ujar Dimas.

"Jadi aku selalu pas nyampai tuh nanya orang lokal... 'Kak, yang hidden gem di mana sih yang enggak banyak ramai?'," tuturnya.

Ia bercerita tentang budaya kebersihan masyarakat Jepang.

"Di Jepang tuh enggak ada tong sampah loh... Ternyata orang Jepang tuh buang sampahnya ke tas mereka aja gitu, disimpan," ceritanya. (sumber: liputan6.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami