Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Saluran Tertutup Pemicu Banjir di Andong Ubud Terungkap
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penyebab banjir yang kerap melanda kawasan Ubud saat hujan deras perlahan mulai terungkap. Berdasarkan penelusuran pemerintah daerah, genangan air yang menutup badan jalan di Jalan Raya Andong dipicu tersumbatnya saluran irigasi yang ditutup beton oleh salah satu warga.
Temuan ini teridentifikasi setelah Bupati Gianyar Made “Agus” Mahayastra bersama Kapolres Gianyar AKBP Candra Kesuma turun langsung menelusuri sumber sumbatan air pada Sabtu (20/12/2025). Langkah itu diambil menyusul laporan masyarakat bahwa air hujan tak mengalir ke gorong-gorong dan justru meluap ke jalan raya.
Informasi awal menyebutkan adanya saluran irigasi dari arah Gentong menuju kawasan permukiman Jalan Andong yang tertutup. Menindaklanjuti laporan, Bupati dan Kapolres mendatangi pemilik rumah yang diduga menutup saluran air tersebut untuk melakukan komunikasi persuasif.
Setelah diberikan penjelasan, pemilik rumah menunjukkan lokasi saluran irigasi yang tertutup beton. Kapolres Gianyar menjelaskan, tersumbatnya aliran air menyebabkan luapan ke jalan ketika debit meningkat.
“Debit air ketika besar menyebabkan air meluap. Itu yang mengakibatkan banjir,” ujar AKBP Candra Kesuma saat memberikan pemahaman kepada pemilik rumah.
Kapolres kemudian menawarkan solusi agar tembok yang menutup atau mempersempit saluran bisa dibuka demi kelancaran aliran air.
“Nanti ibu yang membuka (tembok) atau kami dari pemerintah yang membuka?” ujar Kapolres seraya menunjuk Bupati Gianyar.
Pemilik rumah menyatakan kesediaannya membuka penutup saluran. Ia menjelaskan, langkah itu sebelumnya dilakukan untuk menghindari banjir yang masuk ke pekarangan belakang rumahnya.
Di sisi lain, Bupati Gianyar Made “Agus” Mahayastra menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditangani melalui komunikasi baik dan pendekatan manusiawi agar solusi bermanfaat bagi seluruh pihak.
“Dialog persuasif menjadi kunci dalam mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi warga serta lingkungan,” ujar Agus.
Tidak lama setelah dialog selesai, petugas dari pemerintah daerah langsung bertindak membuka tembok penutup saluran menggunakan linggis dan peralatan pertukangan. Upaya ini dilakukan agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalisasi di kawasan Jalan Raya Andong, Ubud.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7260 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2378 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan