Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
30 Persen Anjing di Denpasar Tergolong Liar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Populasi anjing liar di Kota Denpasar masih tergolong tinggi. Dari seluruh populasi anjing yang ada, sekitar 30 persen di antaranya merupakan anjing liar, baik yang tidak memiliki pemilik maupun yang sengaja diliarkan.
Keberadaan anjing liar ini banyak ditemukan di sejumlah kawasan, terutama di wilayah pantai hingga area Setra Badung. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota karena berpotensi meningkatkan risiko gigitan anjing dan penyebaran rabies.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta, mengimbau masyarakat agar tidak memberi makan anjing di tempat-tempat berkumpulnya warga.
“Kami minta agar tak memberi makanan anjing di tempat berkumpulnya masyarakat. Misalkan di depan warung, kita harus mempelajari sifat anjing,” katanya, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, pemberian makan di ruang publik dapat membuat anjing terbiasa berkumpul dan berpotensi agresif, terutama ketika merasa terganggu atau berebut makanan. Hal ini dinilai dapat memicu kasus gigitan anjing di lingkungan perkotaan.
Selain itu, Bayu Brahmasta juga menyoroti kebiasaan sebagian warga yang membuang anak anjing ke pantai atau ke tempat sepi. Kebiasaan ini menyebabkan anjing tersebut tumbuh menjadi anjing liar dan berisiko menyebarkan rabies.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membuang anak anjing. Jika tidak mampu merawat, warga diharapkan mencarikan pihak yang bersedia mengadopsi.
Hingga saat ini, cakupan vaksinasi rabies di Kota Denpasar telah mencapai lebih dari 90 persen dari total populasi anjing. Berdasarkan estimasi tahun 2025, populasi anjing di Denpasar mencapai sekitar 82.545 ekor.
Baca juga:
12 Warga Sulahan Bangli Digigit Anjing Liar
“Sementara itu, untuk jumlah anjing positif rabies di tahun 2025 ini sebanyak 23 ekor, sedangkan untuk kasus gigitan anjing sebanyak 5000-an kasus. Untuk di Denpasar tidak ditemukan adanya kasus pada manusia,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kasus positif rabies pada anjing berasal dari hewan yang dibawa dari luar Denpasar dan belum mendapatkan vaksinasi. Oleh karena itu, masyarakat yang membawa anjing dari luar daerah diminta segera melapor dan melakukan vaksinasi rabies.
Sebagai langkah pencegahan, di setiap desa dan kelurahan di Kota Denpasar telah dibentuk Tim Tisira atau tim siaga rabies. Tim ini bertugas melakukan sosialisasi, edukasi pemeliharaan anjing yang bertanggung jawab, serta pendataan populasi anjing di wilayah masing-masing.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang