Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Libur Nataru, Penyeberangan Sanur–Nusa Penida Naik Jadi 5.000 Orang per Hari

Minggu, 28 Desember 2025, 15:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Libur Nataru, Penyeberangan SanurNusa Penida Naik Jadi 5.000 Orang per Hari.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Penyeberangan dari Pelabuhan Sanur menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Lonjakan jumlah penumpang terlihat jelas pada Minggu (28/12/2025), seiring tingginya minat wisatawan berlibur ke kepulauan di tenggara Bali.

Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Pelabuhan Sanur, Warsito, mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah terjadi sejak Hari Natal dan terus berlanjut hingga saat ini.

Pada hari biasa, jumlah penumpang penyeberangan di Pelabuhan Sanur berkisar antara 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Namun, memasuki awal libur Nataru, angka tersebut meningkat sekitar 1.000 hingga 2.000 penumpang.

"Peningkatan ini kami prediksi sampai seminggu setelah tahun baru, karena kan ada liburan nasional, anak sekolah juga," papar Warsito.

Ia menambahkan, komposisi penumpang antara wisatawan domestik dan mancanegara saat ini relatif seimbang. Meski demikian, lonjakan wisatawan mancanegara baru mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.

"Hanya untuk mancanegara baru mulai meningkat kemarin. Kalau kita lihat antara domestik dan mancanegara 50:50," paparnya.

Berdasarkan data KSOP, sejak Posko Nataru dibuka pada 18 Desember hingga 25 Desember 2025, jumlah penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Sanur tercatat sebanyak 36.118 orang. Dalam periode yang sama, pergerakan kapal mencapai 658 kali dengan tujuan Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, pihak KSOP bersama operator kapal melakukan sejumlah langkah antisipasi, khususnya menghadapi potensi cuaca buruk. Seluruh agensi penyeberangan diminta menjadikan prakiraan cuaca dari BMKG sebagai acuan utama sebelum keberangkatan, bahkan memasukkan data cuaca tersebut secara real time ke dalam sistem daring mereka.

"Kalau agensi mau berangkat, update dulu cuaca dari BMKG di online mereka, sehingga cuaca terpantau. Sementara untuk cuaca hari ini, Warsita menyebut normal dan tanpa gelombang," tutup Warsito.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami