Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sempat Mangkir, Pemilik Gudang Solar Ilegal Suwung Man Tompel Ditahan Usai Diperiksa
bbn/dok Instagram/Sempat Mangkir, Pemilik Gudang Solar Ilegal Suwung Man Tompel Ditahan Usai Diperiksa.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sempat mangkir dengan alasan sakit, Nyoman Nirka alias NN alias Nyoman Tompel alias Pak Man Tompel (54) akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali pada Selasa, 13 Januari 2026.
Usai menjalani pemeriksaan, bos Karaoke Bahari yang berlokasi di Jalan Gurita I Nomor 21, Sesetan, Denpasar Selatan itu langsung ditahan terkait dugaan persekongkolan jahat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi. Pak Man Tompel diketahui sebagai penanggung jawab sekaligus pemilik gudang penimbunan solar di Jalan Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan.
Selain Pak Man Tompel, satu tersangka lainnya juga ikut ditahan. Dengan demikian, hingga saat ini total empat orang tersangka telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali. Dua tersangka sebelumnya berinisial ND (44) dan AG (38) juga telah ditahan, sementara satu tersangka lain berinisial ED masih berstatus buron.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan penahanan terhadap NN dan satu tersangka lainnya setelah keduanya memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan.
"NN kemarin sore kita tahan. Dia ditahan bersama dengan seorang tersangka lainnya, saya lupa namanya," ungkap Kombes Pol Ariasandy, Kamis (16/1/2026).
Ia menambahkan, hingga kini penyidik masih memburu satu tersangka yang tidak kooperatif dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni ED.
“Total sampai saat ini empat orang sudah ditahan di Rutan Polda Bali. Sementara satu lainnya yang juga saya lupa namanya masih dalam pengejaran dan sudah jadi DPO,” terang Kombes Ariasandy.
Kasus penimbunan solar subsidi ini sempat menghebohkan masyarakat Bali. Perkara tersebut terungkap setelah tim Ditreskrimsus Polda Bali menggerebek sebuah gudang di Jalan Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WITA.
Dalam pengembangan perkara, penyidik menetapkan lima orang tersangka, yakni NN (54), MA (48), ED (28), ND (44), dan AG (38). ED hingga kini masih buron. NN diketahui berperan sebagai pemilik gudang, sementara empat tersangka lainnya merupakan karyawan.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kombes Pol Teguh Widodo, saat menggelar jumpa pers di lokasi kejadian pada Selasa, 30 Desember 2025, mengungkapkan praktik penimbunan solar subsidi tersebut telah berlangsung sekitar enam bulan. Dari aktivitas ilegal itu, para tersangka diduga meraup keuntungan hingga Rp 4,8 miliar.
Para pelaku membeli BBM solar bersubsidi di sejumlah SPBU Pertamina di wilayah Denpasar dan Badung menggunakan mobil dan truk yang telah dimodifikasi dengan tangki tambahan berkapasitas dua hingga empat ton. Solar subsidi tersebut kemudian dijual kembali dengan harga industri.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan