Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Penjualan Bright Gas Melonjak 391 Persen, Pertamina Perluas ke UMKM Kuliner Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Bali terus mendorong peningkatan penjualan LPG Non-PSO Bright Gas dengan menggandeng pelaku UMKM kuliner fast food melalui skema kerja sama Business to Business (B2B) di seluruh wilayah Provinsi Bali.
Program ini menjadi solusi pemenuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas, khususnya sektor kuliner, yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar, aman, dan sesuai regulasi. Bright Gas tersedia dalam kemasan 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram, dengan pengiriman cepat langsung dari agen resmi NPSO Pertamina.
Selain menjamin keaslian produk, Pertamina juga memberikan layanan purna jual atau after sales service guna memastikan keberlanjutan operasional mitra usaha.
“Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, after sales service, serta peluang menjadi sub-penyalur Bright Gas,” ungkap Sales Area Manager Retail Pertamina wilayah Bali, Endo Eko Satryo dalam keterangan tertulisnya.
Pertamina Sales Area Retail Bali mencatat masih adanya tantangan penggunaan LPG subsidi atau PSO di sektor usaha. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan penyelewengan subsidi serta meningkatkan risiko keselamatan, sehingga Pertamina mendorong peralihan penggunaan LPG Non-PSO Bright Gas di segmen usaha kuliner dan fast food.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, di antaranya Ayam Crispy Kriuk (ACK), Laundry Sung, BUPDA Canggu, dan BUPDA Dalung. Implementasi kerja sama dilakukan melalui sosialisasi bersama pemerintah daerah, sidak terpadu, hingga penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Disampaikan pula bahwa program B2B Bright Gas di Bali menunjukkan hasil positif. Pertumbuhan penjualan Bright Gas tercatat mencapai 391 persen atau setara 3.194 metrik ton. Pertamina Patra Niaga Sales Retail Bali juga telah menandatangani MoU B2B dengan lebih dari 100 outlet ACK, dengan total outlet Bright Gas di Bali mencapai 1.302 outlet.
“Pertumbuhan penjualan Bright Gas di Bali mencapai 391 persen. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha semakin sadar pentingnya penggunaan LPG Non-PSO yang aman dan tepat sasaran, terutama di sektor kuliner dan fast food,” jelas Endo.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa program ini turut mendukung peraturan pemerintah dengan memastikan outlet fast food menggunakan Bright Gas sesuai regulasi yang berlaku.
“Program B2B Bright Gas ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung UMKM kuliner agar menggunakan energi yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi. Selain meningkatkan penjualan Bright Gas, program ini juga menjadi upaya bersama mencegah penyalahgunaan LPG subsidi,” ujar Ahad.
Saat ini Pertamina Patra Niaga wilayah Bali masih membuka kesempatan bagi pelaku UMKM kuliner dan pelaku usaha lainnya yang ingin menjalin kerja sama B2B Bright Gas. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135.
Editor: Redaksi
Reporter: Pertamina
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang