Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
20 Siswa SMP Se-Bali dilantik menjadi Duta Menstruasi dalam Menstrucaraka 2025
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kolaborasi Bumi Indonesia, bersama Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia (YWAI) dan Benjamin Foundation, melaksanakan Pelantikan Duta Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) yang disebut Menstrucaraka, untuk tahun keempat.
Acara yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026 ini melantik 20 siswa terpilih dari 4 sekolah, yang akan menjalankan tugas sebagai agen perubahan selama satu tahun ke depan.
Menstrucaraka bertujuan menyeleksi calon duta MKM yang diharapkan dapat menyebarkan informasi mengenai manajemen kebersihan menstruasi secara lebih luas, tidak hanya kepada remaja perempuan, tetapi juga remaja laki-laki. Dengan demikian, stigma dan tabu seputar menstruasi diharapkan dapat terkikis, karena perempuan mengalami dan laki-laki memahami.

Rangkaian Kegiatan Menstrucaraka 2025
Menstrucaraka 2025 terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari mentoring ke 19 sekolah menengah pertama terpilih di Provinsi Bali pada bulan November 2025. Dimana 5 siswa dari setiap sekolah dibentuk menjadi 1 tim yang menjalankan student project terkait dengan Manajemen Kebersihan Menstruasi di masing-masing sekolah serta mendapatkan student project kit untuk mendukung kegiatan mereka. Sebanyak 4 sekolah dengan student project terbaik diundang untuk melanjutkan kompetisi dalam Grand Final pada 31 Januari 2026.
Kreativitas dalam Mengatasi Stigma Menstruasi
Empat sekolah dengan student project yang unggulan mempresentasikan project nya di hadapan dewan juri, antara lain:
Tim SMPN 2 Ubud sebagai Student Project Terbaik, menyelenggarakan Talkshow dan pameran edukasi di sekolah tentang menstruasi, kesehatan reproduksi remaja, dan HIV/AIDS.
Tim SMPN 9 Denpasar sebagai Juara 1, menyelenggarakan kegiatan Kampanye menstruasi sehat melalui pembuatan she box berbasis QR, sosialisasi, video edukasi, dan pameran foto voice di sekolah.
Tim SMPN 1 Selemadeg Barat sebagai Juara 2, menyelenggarakan pameran dan sosialisasi edukasi menstruasi sehat untuk siswa didukung dengan konten vlog media sosial.
Tim SMPN 1 Seririt sebagai Juara 3, membuat sudut edukasi permanen di sekolah yang menyediakan informasi, media visual, dan perlengkapan kebersihan menstruasi.
Dampak dan Penghargaan
Pada puncak acara, keempat tim Caraka mempresentasikan proyek mereka di hadapan publik di Lippo Mall Kuta, di mana mereka berhasil mengedukasi lebih dari 2500 siswa secara offline dan online.
Gita Saraswati Palgunadi sebagai ketua pelaksana menyatakan bahwa, “Program Menstrucaraka 2025 menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, remaja dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam komunitas mereka. Program ini tidak hanya mengajarkan pentingnya manajemen kebersihan menstruasi, tetapi juga membuktikan bahwa keterlibatan aktif remaja dapat mengatasi stigma dan tabu yang telah lama melekat di masyarakat.”.

Dengan dukungan dari Kolaborasi Bumi Indonesia, Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia dan Benjamin Foundation, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menginspirasi perubahan positif di kalangan remaja, khususnya dalam menghapus stigma seputar menstruasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang