Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Alat Berat Rusak, Pembongkaran Bangunan Ilegal di Bunutan Datangkan Breaker
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Proses pembongkaran bangunan beton permanen yang melanggar aturan di Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mengalami kendala pada hari kedua eksekusi, Kamis (12/2/2026).
Alat berat yang digunakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karangasem dilaporkan mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi sejak pagi hari.
Kerusakan terjadi pada bagian selang alat berat yang mengalami kebocoran. Akibatnya, proses pembongkaran bangunan beton tiga lantai yang berdiri di atas lahan tanpa status hak milik tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Sambil menunggu proses perbaikan, Satpol PP Karangasem mendatangkan breaker untuk dipasang pada alat berat guna mempercepat proses pembongkaran saat pekerjaan kembali dilanjutkan.
"Tadi baru pasang breaker, ada kendala di selang alat berat bocor, kemungkinam besok pagi bisa mulai kerja, hari ini proses pemasangan juga terkendala cuaca hujan," jelas Kabid Gakum Pol PP Karangasem, I Gusti Bagus Agung Windu saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Ia mengakui pembongkaran belum bisa dilanjutkan karena kendala teknis tersebut. Meski demikian, ia memastikan alat berat telah diperbaiki dan dipasangi breaker sehingga proses pembongkaran diharapkan dapat berjalan maksimal keesokan harinya.
Di sisi lain, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait ukuran alat berat yang dinilai relatif kecil untuk membongkar bangunan beton permanen bertingkat. Menanggapi hal tersebut, pihak Satpol PP Karangasem menjelaskan bahwa penggunaan alat berat berukuran kecil dilakukan dengan pertimbangan kondisi jalan di lokasi eksekusi yang cukup sempit dan ramai dilalui kendaraan, sehingga penggunaan alat berat besar dikhawatirkan memicu kemacetan.
Diberitakan sebelumnya, bangunan tersebut dieksekusi setelah pemilik akomodasi mengabaikan surat teguran hingga Surat Peringatan (SP) III. Selain melanggar peraturan daerah, bangunan tersebut juga berdiri di atas lahan tanpa alas hak dan diduga berada di atas tanah negara, mengingat di bawah bangunan terdapat bronjong yang dibangun oleh Dinas PUPR Provinsi Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan