Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bidik Generasi Muda, Museum Tanah Lot Majapahit Adopsi Teknologi AR
BERITABALI.COM, TABANAN.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, museum masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, termasuk generasi muda. Namun, agar tetap relevan, pengelolaan museum dituntut untuk berinovasi dengan menggabungkan unsur sejarah, teknologi, serta kenyamanan pengunjung.
Hal tersebut diterapkan di Museum Tanah Lot Majapahit Bali yang berada di kawasan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Museum ini mengusung konsep edukatif berbasis teknologi untuk menarik minat masyarakat, khususnya kalangan muda.
Pengelola Museum Tanah Lot Majapahit Bali, Kadek Juliantara, menyampaikan bahwa museum saat ini tidak cukup hanya menampilkan benda-benda bersejarah, melainkan perlu menghadirkan pengalaman baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
"Museum ini dipadukan dengan sentuhan teknologi. Jadi, dapat dikatakan museum ini bukan sekadar museum biasa yang menampilkan benda-benda bersejarah saja. Melainkan museum ini telah mengadopsi teknologi Augmented Reality (AR) untuk memberikan pengalaman lebih nyata bagi pengunjung," jelasnya, Sabtu (14/2/2026).
Melalui teknologi Augmented Reality, pengunjung dapat menyaksikan visual tokoh-tokoh kerajaan masa lalu yang muncul melalui perangkat ponsel, sehingga interaksi dengan sejarah terasa lebih hidup dan menarik.
"Dengan teknologi ini, tokoh-tokoh dari zaman kerajaan dapat muncul secara visual melalui perangkat ponsel, sehingga pengunjung dapat seolah-olah berinteraksi dan menikmati kehadiran mereka secara langsung," paparnya.
Selain inovasi teknologi, kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama pengelola. Fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan hingga area estetis untuk berfoto disiapkan untuk menyesuaikan karakter pengunjung muda.
"Pihak museum menyadari bahwa tantangan terbesar adalah menarik minat anak muda terhadap sejarah. Suasana yang Nyaman, seperti adanya fasilitas AC agar anak-anak betah saat berkunjung. Menyediakan area yang estetis untuk berfoto, karena tren anak muda saat ini adalah berfoto terlebih dahulu sebelum mengeksplorasi isi museum," bebernya.
Menurut Juliantara, dengan konsep penyajian yang inovatif dan lingkungan yang nyaman, museum dapat menjadi ruang edukasi yang menyenangkan, khususnya bagi pelajar yang mempelajari sejarah secara langsung.
"Museum ini menjadi tempat berkumpul dan belajar bagi siswa yang mendapatkan tugas sekolah untuk mencatat sejarah dengan nyaman secara bersama-sama," pungkas Juliantara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun