Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Banjir Bandang Buleleng Rusak Pipa, 900 KK Krisis Air Bersih
BERITABALI.COM, BULELENG.
Banjir bandang yang melanda Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng pada Jumat (6/3) malam tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu krisis air bersih bagi warga setempat.
Hingga Senin (9/3), ratusan warga di desa tersebut masih kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini terjadi setelah jaringan pipa utama yang menyalurkan air ke permukiman warga rusak akibat diterjang banjir bandang. Akibat kerusakan tersebut, lebih dari 900 kepala keluarga di Desa Banjar Tegeha kehilangan akses air bersih.
Untuk membantu masyarakat terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Distribusi air difokuskan ke tiga dusun yang paling terdampak, yakni Dusun Tengah, Dusun Abian, dan Dusun Tangeb.
Sejak pagi hari, warga terlihat mendatangi titik pembagian air dengan membawa jerigen, ember hingga galon untuk mendapatkan pasokan air bersih. Air tersebut digunakan untuk memasak, mencuci, serta memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 35.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan warga.
“Distribusi air bersih ini dilakukan karena warga masih kesulitan mendapatkan air akibat jaringan pipa utama yang rusak setelah banjir bandang,” ujarnya.
Menurut Suyasa, penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama proses perbaikan jaringan air di desa tersebut belum selesai.
Sementara itu, Kepala Desa Banjar Tegeha, Ida Bagus Komang Sistiadi menjelaskan kerusakan jaringan pipa cukup parah karena sebagian instalasi berada di dekat aliran sungai yang meluap saat banjir terjadi.
“Pipa yang berada di pinggir sungai banyak yang hilang terbawa arus. Diperkirakan sekitar 300 meter jaringan pipa rusak,” jelasnya.
Ia berharap perbaikan jaringan pipa dapat segera dilakukan agar masyarakat kembali mendapatkan akses air bersih secara normal tanpa harus bergantung pada distribusi bantuan air tangki.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5781 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2202 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan