Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Banjir Bandang Buleleng Rusak Pipa, 900 KK Krisis Air Bersih

Senin, 9 Maret 2026, 18:53 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Banjir Bandang Buleleng Rusak Pipa, 900 KK Krisis Air Bersih.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Banjir bandang yang melanda Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng pada Jumat (6/3) malam tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu krisis air bersih bagi warga setempat.

Hingga Senin (9/3), ratusan warga di desa tersebut masih kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini terjadi setelah jaringan pipa utama yang menyalurkan air ke permukiman warga rusak akibat diterjang banjir bandang. Akibat kerusakan tersebut, lebih dari 900 kepala keluarga di Desa Banjar Tegeha kehilangan akses air bersih.

Untuk membantu masyarakat terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Distribusi air difokuskan ke tiga dusun yang paling terdampak, yakni Dusun Tengah, Dusun Abian, dan Dusun Tangeb.

Sejak pagi hari, warga terlihat mendatangi titik pembagian air dengan membawa jerigen, ember hingga galon untuk mendapatkan pasokan air bersih. Air tersebut digunakan untuk memasak, mencuci, serta memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 35.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan warga.

“Distribusi air bersih ini dilakukan karena warga masih kesulitan mendapatkan air akibat jaringan pipa utama yang rusak setelah banjir bandang,” ujarnya.

Menurut Suyasa, penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama proses perbaikan jaringan air di desa tersebut belum selesai.

Sementara itu, Kepala Desa Banjar Tegeha, Ida Bagus Komang Sistiadi menjelaskan kerusakan jaringan pipa cukup parah karena sebagian instalasi berada di dekat aliran sungai yang meluap saat banjir terjadi.

“Pipa yang berada di pinggir sungai banyak yang hilang terbawa arus. Diperkirakan sekitar 300 meter jaringan pipa rusak,” jelasnya.

Ia berharap perbaikan jaringan pipa dapat segera dilakukan agar masyarakat kembali mendapatkan akses air bersih secara normal tanpa harus bergantung pada distribusi bantuan air tangki.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami