Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Operasi Ketupat Agung 2026 Dimulai, Polda Bali Siagakan 2.169 Personel
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polda Bali menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Lapangan Iptu Soetarjo, Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Daniel Adityajaya bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan dihadiri unsur TNI serta berbagai instansi terkait.
Kapolda Bali menjelaskan, Operasi Ketupat Agung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 2.169 personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai stakeholder.
“Operasi Ketupat Agung 2026 ini merupakan operasi pemeliharaan kamtibmas yang mengedepankan kegiatan pre-emptive, preventif, serta pengamanan lalu lintas hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur apabila terjadi pelanggaran,” tegas Kapolda.
Jenderal bintang dua ini menjelaskan, operasi tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama arus mudik serta arus balik Lebaran, sekaligus mengamankan aktivitas masyarakat selama masa libur Hari Raya.
Tujuan kedua adalah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026 di Bali.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat Agung melibatkan tujuh satuan tugas, yakni Satgas Pre-emptive, Satgas Preventive, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Penegakan Hukum, Satgas Tindak, Satgas Humas, dan Satgas Bantuan Operasi.
"Dalam pengamanan ini, Polda Bali telah menyiapkan 31 pos pengamanan yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, serta 5 pos terpadu yang melibatkan unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya," bebernya.
Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital dan pusat keramaian di Bali. Beberapa di antaranya meliputi 256 masjid, 539 musala, 351 lokasi salat Id, 308 titik kegiatan malam takbiran, Bandara I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan, 11 terminal, 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan.
Selain itu, Polda Bali juga memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Kapolda Bali menjelaskan, sejumlah kegiatan keagamaan seperti Tawur Agung Kesanga, pawai ogoh-ogoh, hingga Pengerupukan diperkirakan berlangsung berdekatan dengan malam takbiran menjelang Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026, meskipun masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat.
“Sudah ada seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan malam takbiran. Kami telah berkoordinasi dengan semua stakeholder dan tokoh agama agar semua kegiatan tetap berjalan dengan prinsip saling menghormati,” jelas mantan Kapolda Kalimantan Utara ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3789 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1732 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang