Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
PUPR Badung Klarifikasi Video Viral Tebing Retak di Uluwatu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menampilkan dugaan kerusakan proyek penanganan tebing retak di kawasan Pura Uluwatu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung, Anak Agung Rama Putra menegaskan bahwa fase pertama proyek tersebut telah berjalan dengan baik dan berhasil melindungi tebing dari hantaman ombak.
“Secara keseluruhan, keseluruhan proyek ini sudah berhasil melindungi tebing karena ombak tidak lagi secara langsung menghantam dinding tebing,” sebutnya, Kamis (12/3/2026).
Menanggapi video yang beredar di media sosial, Rama Putra menjelaskan bahwa bagian batu yang terlihat berserakan berada di ujung jalan inspeksi yang memang belum memasuki tahap penyelesaian akhir.
Ia menjelaskan, jalan inspeksi tersebut dibuat dari susunan bebatuan yang kemudian ditutup dengan lapisan limestone atau batu kapur setebal sekitar 20 sentimeter.
Saat terjadi gelombang pasang, air laut dapat meluap dan menggenangi jalan tersebut sehingga mengikis lapisan limestone. Akibatnya, yang terlihat di permukaan adalah lapisan batu di bawahnya. Kondisi tersebut juga terjadi karena ujung jalan inspeksi belum memasuki tahap finishing.
“Karena nantinya masih akan digunakan untuk fase kedua pengerjaan proyek,” katanya.
Pada tahap kedua proyek, pemerintah akan melakukan penyempurnaan konstruksi dengan penguatan batu andesit serta pemasangan tetrapod sebagai pelindung tambahan dari abrasi.
“Kami berharap masyakarat, khususnya warga Badung dapat bersabar sampai proyek ini benar-benar selesai,” tegasnya.
Rama Putra menjelaskan, pembangunan proyek penanganan tebing retak ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap kedua, jalan inspeksi direncanakan akan diperpanjang dari kawasan Tanjung menuju sisi selatan. Selanjutnya, proyek akan dilanjutkan pada fase ketiga hingga mencapai kawasan Pura Batu Metandal.
Menurutnya, proyek tersebut tidak dapat diselesaikan sekaligus karena memerlukan proses bertahap serta perencanaan teknis yang matang. Saat ini, tahap kedua masih dalam proses pelelangan dan diperkirakan mulai dikerjakan pada April mendatang.
Pembangunan jalan inspeksi sendiri bertujuan untuk memperlancar suplai material selama pengerjaan proyek. Setelah proyek rampung, jalan tersebut nantinya hanya akan digunakan untuk kegiatan pemeliharaan serta akses upacara adat.
Sementara itu, konsultan perencana proyek, Arisandi Putra menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi di jalan inspeksi dipengaruhi besarnya gelombang laut di perairan Uluwatu yang dapat mencapai ketinggian 2 hingga 4 meter.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi momentum penting untuk memantau kemampuan konstruksi dalam menahan gelombang laut.
“Secara teknis, struktur revetment telah stabil, terlebih pemasangan tetrapod telah mengikuti pola kontur dasar laut di kawasan tersebut,” sebutnya.
Ke depan, pihaknya juga mempertimbangkan peningkatan ketinggian revetment untuk mencegah air laut meluap ke jalan inspeksi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang