Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Lumba-Lumba Moncong Panjang Terdampar di Perancak Jembrana, Kondisi Hancur
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bangkai lumba-lumba moncong panjang ditemukan terdampar di Pantai Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, pada Kamis pagi (26/3/2026).
Saat ditemukan, kondisi mamalia laut tersebut sudah hancur dan terpotong-potong sehingga sulit dikenali. Relawan dari Penangkaran Penyu Kurma Asih Desa Perancak kemudian melakukan evakuasi ke tepi pantai untuk proses identifikasi.
Koordinator Penangkaran Penyu Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.
“Saat menerima laporan, kami langsung melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba tersebut. Kondisinya sudah hancur dan terpotong-potong. Untuk menghindari bau dan agar tidak dimakan binatang, bangkainya langsung kami kubur di sekitar lokasi,” ujarnya.
Sebelumnya, hewan tersebut sempat diduga sebagai paus karena ukurannya yang mencapai sekitar 3,4 meter. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dipastikan bahwa mamalia laut itu merupakan lumba-lumba moncong panjang.
Proses penguburan dilakukan di area pantai setempat guna mencegah pencemaran serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1976 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1794 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1736 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun