Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
TPA Bengkala Overload, Buleleng Wajibkan Pemilahan Sampah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng secara resmi menggelar sosialisasi transformasi pengelolaan sampah sebagai langkah strategis menjawab persoalan sampah yang kian mendesak.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng pada Jumat (10/4) ini dilaksanakan secara daring dan luring, serta diikuti seluruh pimpinan OPD, BUMD, kecamatan, perbekel, hingga desa adat se-Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan kondisi pengelolaan sampah di daerahnya telah berada pada titik serius. Hal ini ditandai dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala yang mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan masih menggunakan sistem open dumping yang tidak lagi sesuai regulasi nasional.
“Situasi ini tidak bisa kita pertahankan. Jika tidak segera bertransformasi, kita akan menghadapi risiko lingkungan, sosial, hingga konsekuensi hukum,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, seluruh TPA dengan sistem open dumping diwajibkan untuk ditutup. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Buleleng berkomitmen melakukan transformasi pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah kewajiban pemilahan sampah sejak dari sumber. Masyarakat diwajibkan memilah sampah menjadi tiga kategori utama, yakni organik, anorganik yang dapat didaur ulang, serta residu.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran, seperti pembuangan sampah sembarangan, pembakaran sampah yang tidak sesuai aturan, hingga tidak melakukan pemilahan sampah. Sanksi akan diberlakukan secara bertahap mulai dari teguran hingga tindakan hukum.
Bupati Sutjidra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan ini, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, hingga masyarakat umum.
“Kita tidak bisa lagi menunda. Kondisi TPA Bengkala adalah peringatan nyata bahwa sistem lama sudah tidak mampu lagi menampung beban yang ada,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, berkelanjutan, dan bertanggung jawab di Kabupaten Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1976 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1800 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1737 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun