Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
TPA Bengkala Overload, Buleleng Wajibkan Pemilahan Sampah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng secara resmi menggelar sosialisasi transformasi pengelolaan sampah sebagai langkah strategis menjawab persoalan sampah yang kian mendesak.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng pada Jumat (10/4) ini dilaksanakan secara daring dan luring, serta diikuti seluruh pimpinan OPD, BUMD, kecamatan, perbekel, hingga desa adat se-Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan kondisi pengelolaan sampah di daerahnya telah berada pada titik serius. Hal ini ditandai dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala yang mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan masih menggunakan sistem open dumping yang tidak lagi sesuai regulasi nasional.
“Situasi ini tidak bisa kita pertahankan. Jika tidak segera bertransformasi, kita akan menghadapi risiko lingkungan, sosial, hingga konsekuensi hukum,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, seluruh TPA dengan sistem open dumping diwajibkan untuk ditutup. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Buleleng berkomitmen melakukan transformasi pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah kewajiban pemilahan sampah sejak dari sumber. Masyarakat diwajibkan memilah sampah menjadi tiga kategori utama, yakni organik, anorganik yang dapat didaur ulang, serta residu.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran, seperti pembuangan sampah sembarangan, pembakaran sampah yang tidak sesuai aturan, hingga tidak melakukan pemilahan sampah. Sanksi akan diberlakukan secara bertahap mulai dari teguran hingga tindakan hukum.
Bupati Sutjidra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan ini, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, hingga masyarakat umum.
“Kita tidak bisa lagi menunda. Kondisi TPA Bengkala adalah peringatan nyata bahwa sistem lama sudah tidak mampu lagi menampung beban yang ada,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, berkelanjutan, dan bertanggung jawab di Kabupaten Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5840 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan