Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
BIAS 2026 Dimulai, 41.904 Siswa di Denpasar Dapat Imunisasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar akan melaksanakan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 mulai Agustus hingga November mendatang. Program tahunan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi lanjutan sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Chandrawati, mengatakan pelaksanaan BIAS tahun ini menyasar 41.904 siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan sekolah sederajat di seluruh Kota Denpasar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.800 merupakan siswa kelas satu, 13.858 siswa kelas dua, dan 14.246 siswa kelas lima. Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinkes Denpasar telah menyiapkan empat jenis vaksin, yakni Measles Rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), Tetanus Diphtheria (Td), dan Diphtheria Tetanus (DT).
"Seluruh kebutuhan vaksin untuk pelaksanaan BIAS tahun ini telah kami siapkan sehingga pelaksanaan imunisasi di sekolah dapat berjalan sesuai jadwal," ujar dr. Chandrawati, Senin (27/7/2026).
Adapun stok vaksin yang disiapkan meliputi 1.732 vial atau setara 17.320 dosis vaksin MR bagi siswa kelas satu, 14.246 vial vaksin HPV untuk siswa kelas lima, 2.811 vial atau 28.110 dosis vaksin Td bagi siswa kelas dua dan lima, serta 1.386 vial atau 13.860 dosis vaksin DT untuk siswa kelas satu.
Pelaksanaan imunisasi akan dilakukan secara bertahap dalam dua periode. Pada Agustus 2026, siswa kelas satu akan menerima imunisasi Campak dan Rubela (MR), sedangkan siswa kelas lima mendapatkan vaksin HPV yang berfungsi melindungi dari infeksi Human Papillomavirus, penyebab berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks pada perempuan.
Selanjutnya pada November 2026, siswa kelas satu akan memperoleh imunisasi lanjutan DT sebagai perlindungan terhadap difteri dan tetanus. Sementara itu, siswa kelas dua dan kelas lima akan menerima imunisasi Td sebagai vaksin penguat.
Menurut dr. Chandrawati, pemberian imunisasi lanjutan pada siswa kelas satu, dua, dan lima dilakukan karena pada usia tersebut kekebalan tubuh hasil imunisasi dasar mulai menurun sehingga diperlukan dosis penguat untuk mempertahankan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular.
"Usia anak yang duduk di bangku kelas satu, dua, dan lima SD merupakan waktu yang paling ideal untuk mendapatkan imunisasi lanjutan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," jelasnya.
Melalui pelaksanaan BIAS 2026, Pemerintah Kota Denpasar berharap kekebalan tubuh anak-anak tetap terjaga hingga memasuki usia remaja. Perlindungan sejak dini terhadap penyakit campak, rubela, difteri, tetanus, serta infeksi HPV diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi muda Denpasar yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1978 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1832 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1740 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun