Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
DBD Buleleng Tembus 109 Kasus, 1 Balita Meninggal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng terus meningkat. Sejak Januari hingga 9 April 2026, tercatat sebanyak 109 kasus dengan satu korban meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto, Selasa (14/4) menyampaikan bahwa sebaran kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Gerokgak, disusul Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada. Mayoritas penderita berada pada usia produktif, yakni 15 hingga 44 tahun.
Kasus terbaru menimpa seorang balita asal Kelurahan Banyuning Timur, Kecamatan Buleleng, bernama Kadek Giara Dwitya Pradyanti (4), yang meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar tempat tinggal korban untuk mengidentifikasi sumber penularan.
“Kami temukan ada sejumlah titik jentik di sekitar lokasi tempat tinggalnya,” jelasnya.
Hasil penelusuran menunjukkan adanya sejumlah titik perkembangbiakan jentik nyamuk di lingkungan sekitar. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa faktor lingkungan menjadi pemicu utama penyebaran DBD.
Sebagai langkah cepat, Dinkes melakukan fogging secara selektif guna menekan populasi nyamuk dewasa. Namun, Sucipto menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penularan.
“Kalau ada genangan air yang tidak dibersihkan, itu pasti jadi sarang jentik. Ini yang harus diwaspadai bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, serta mengelola sampah dengan baik.
Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal DBD, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, muncul bintik merah, mual, muntah, hingga mimisan. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut.
Selain itu, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Buleleng diminta aktif melaporkan setiap kasus agar penanganan dapat dilakukan secara cepat oleh tim surveilans.
“Kalau laporan cepat, penanganan juga bisa cepat. Ini kunci agar kasus tidak meluas,” tutup Sucipto.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1950 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1710 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1642 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1520 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun