Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tim KIE Bangli Turun Lapangan, Sampah Berkurang 3 Ton per Hari

Sabtu, 18 April 2026, 17:53 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tim KIE Bangli Turun Lapangan, Sampah Berkurang 3 Ton per Hari.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli terus memaksimalkan peran Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk memastikan penanganan sampah berjalan optimal dari hulu.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup yang memperkuat penanganan sampah nasional tahun 2026 dengan mewajibkan pembentukan Tim KIE di seluruh kabupaten/kota.

Kepala DLH Bangli, I Putu Ganda Wijaya, megatakan Tim KIE di Bangli telah terbentuk sejak 2026 dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari DLH, tokoh masyarakat, hingga pemerhati lingkungan.

Ia menegaskan, persoalan sampah saat ini menjadi isu krusial yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif dari seluruh pihak. Tim KIE pun secara aktif turun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di tingkat desa, kelurahan, hingga banjar.

Upaya tersebut difokuskan pada penyusunan strategi pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengelolaan sampah organik dan anorganik dapat berjalan lebih optimal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Progres Tim KIE juga diselaraskan dengan berbagai kebijakan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Bangli," katanya, Jumat (17/4/2026).

Hasilnya mulai terlihat, di mana terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Dalam satu hari, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mampu ditekan hingga sekitar 3 ton.

Ke depan, DLH Bangli menargetkan hanya sampah residu yang dibuang ke TPA, sehingga pengolahan dapat dilakukan dengan sistem controlled landfill. Sistem ini dinilai mampu mengurangi dampak negatif seperti bau, lalat, serta pencemaran lingkungan lainnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami