Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Ribuan Peserta Semarakkan Karnaval Pancasila di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Semangat persatuan dan kebangsaan mewarnai peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno 2026 di Kota Denpasar. Ribuan peserta dari berbagai organisasi mahasiswa, pemuda, pelajar hingga komunitas lintas budaya memadati Jalan Surapati dalam gelaran Karnaval Pancasila 2026, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang digagas Rumah Kebangsaan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate bersama sejumlah organisasi kepemudaan di Bali tersebut mengambil start di depan Jayasabha Denpasar dan berakhir di Art Centre Denpasar, Jalan Nusa Indah.
Karnaval Pancasila tahun ini tampil sebagai pesta budaya Nusantara yang memadukan semangat nasionalisme dengan keberagaman seni dan budaya Indonesia. Berbagai kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo, Barongsai, Okokan, hingga peserta yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Ketua Umum Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate, Udi Prayudi, mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
"Ini memperingati Hari Lahir Pancasila merupakan dasar falsafah mengayomi bangsa yang beraneka ragam ini. Nilai-nilai Pancasila yang adiluhung itu harus kita tetap jaga, pertahankan, dan juga yang penting adalah aktualisasikan.Selain itu, dengan Karnaval Pancasila ini, kita berharap bahwa generasi muda itu lebih mengenal Pancasila yang selama ini dia sebutkan," jelasnya, Senin (1/6/2026) di Denpasar.
Menurut Udi, Karnaval Pancasila menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Dalam semarak Karnaval Pancasila ini, akan ada berbagai kegiatan kegiatan nasionalisme dipadukan dengan kegiatan kegiatan yang bersifat seni dan budaya Nusantara. Tidak hanya seni dan budaya Bali, ada Reog Ponorogo, ada Barongsai, ada Okokan, ada teman teman dari komunitas berbagai daerah dengan pakaian khas Nusantara, tentunya akan membuat semangat persaudaraan, semangat kebersamaan kita guyub di Karnaval Pancasila ini," paparnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar juga turut berpartisipasi.
"Yang unik, kegiatan Karnaval Pancasila ini dilaksanakan tidak hanya oleh kami, tapi kolaborasi. Ada ormas, ada BEM, ada juga dari eh OPD-OPD dari Organisasi Perangkat Daerah, dinas dinas tingkat provinsi dan Kota Denpasar. Artinya, kegiatan ini merupakan pembiayaan pun juga bersama. Kami tidak punya biaya sama sekali," paparnya.
Lebih dari 1.000 peserta tercatat mengikuti Karnaval Pancasila 2026. Namun jumlah peserta harus dibatasi karena pada waktu yang sama juga berlangsung pembukaan Bulan Bung Karno di Art Centre Denpasar yang dipadati masyarakat.
Pemilihan rute karnaval juga memiliki makna historis. Jalur yang melintasi kawasan Lapangan Puputan Badung hingga titik nol Kota Denpasar dipilih untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan.
"Rute ini dipilih karena ini merupakan rute yang bersejarah. Setiap kegiatan kegiatan yang karnaval, festival, itu kan mulai dari titik nol Kota Denpasar. Dan beberapa puluh tahun yang lalu, kegiatan PKB itu dimulainya dari sini. Nah, spirit apa namanya? titik nol perjuangan ada Lapangan Puputan Badung ini kita ingin angkat," paparnya.
Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga Karnaval Pancasila. Kegiatan ini bahkan disebut sebagai yang pertama di Bali maupun Indonesia yang mengusung konsep pesta kebangsaan berbasis budaya.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kendaraan keliling kota, tahun ini seluruh peserta mengikuti karnaval dengan berjalan kaki layaknya parade Pesta Kesenian Bali (PKB).
Baca juga:
Kota Kelahiran Pancasila Itu Bernama Ende
“Kalau PKB adalah Pesta Kesenian Bali, maka ini bisa disebut Pesta Kesenian Kebangsaan,” tegas Udi.
Melalui kegiatan ini, Udi berharap Karnaval Pancasila dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan diperluas ke berbagai daerah di Bali sebagai wadah mempererat persaudaraan generasi muda lintas suku, sekolah, organisasi, dan komunitas.
“Kalau anak-anak muda sering bertemu dalam kegiatan seperti ini, rasa persaudaraan akan tumbuh. Mereka bisa guyub dan menjadi keluarga besar kebangsaan Indonesia," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli