Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




HUT ke-39 Tahun, Band Rock Legendaris Crazy Horse Gelar Aksi Sosial bagi Warga Kurang Mampu

Jumat, 5 Juni 2026, 23:33 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/PutuDox/HUT ke-39 Tahun, Band Rock Legendaris Crazy Horse Gelar Aksi Sosial bagi Warga Kurang Mampu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 band rock legendaris Bali, Crazy Horse, tidak hanya diwarnai semangat musik dan persaudaraan, tetapi juga aksi nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan bakti sosial yang digelar Jumat (5/6/2026), komunitas yang dipimpin para personel dan sahabat Crazy Horse membagikan ratusan nasi bungkus serta paket sembako kepada kelompok masyarakat kurang mampu di sejumlah titik di Kota Denpasar.

Pembagian Nasi Bungkus kepada crew pemilah dan pengolah sampah di TPS SADU Sumerta Kaja, Denpasar
Pembagian Nasi Bungkus kepada crew pemilah dan pengolah sampah di TPS SADU Sumerta Kaja, Denpasar (Foto: PutuDox)
 

Koordinator kegiatan, I Putu Yudhana atau yang akrab disapa PutuDox, mengatakan perayaan ulang tahun Crazy Horse tahun ini sengaja dikemas dengan semangat berbagi kepada sesama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang band yang telah mewarnai dunia musik rock Bali selama hampir empat dekade.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut diawali dengan pembagian 75 nasi bungkus kepada para pekerja informal, wanita tukang suwun, serta buruh yang beraktivitas di area parkir dan basement Pasar Badung.

"Kami ingin perayaan ulang tahun Crazy Horse tidak hanya menjadi momen berkumpul para musisi dan penggemar musik rock, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Berbagi itu tidak harus mewah, hal sederhana seperti nasi bungkus pun bisa sangat berarti bagi mereka," ujar PutuDox.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian 25 nasi bungkus kepada para pekerja pemilah dan pengolah sampah di TPS SADU, Sumerta Kaja, Denpasar.

PutuDox menjelaskan, TPS SADU dipilih karena merupakan tempat pengelolaan sampah yang dinilai berhasil menjadi percontohan dalam pengolahan sampah modern di Bali. Selain tidak menimbulkan bau, hasil pengolahannya juga menghasilkan pelet yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara.

Namun di balik keberhasilan tersebut, para tenaga pemilah sampah masih menghadapi tantangan kesejahteraan karena menerima penghasilan yang relatif rendah.

"Kami sangat menghargai kerja keras mereka. TPS SADU adalah contoh pengelolaan sampah yang baik, tetapi para pekerja di sana masih membutuhkan perhatian karena penghasilannya masih di bawah standar yang layak," katanya.

Pada sore hingga petang hari, kegiatan sosial dilanjutkan dengan penyaluran 20 paket sembako kepada warga kurang mampu, lansia yang sakit, penyintas stroke, anak yatim, penyandang disabilitas, tunanetra, penyandang tuli dan bisu, serta keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan kejiwaan.

Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Komunitas Anom Peduli yang dikoordinasikan oleh Arif MK. PutuDox berharap kegiatan sosial yang dilakukan Crazy Horse dapat menjadi inspirasi bagi komunitas musik maupun masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial.

"Perayaan ulang tahun dengan berbagi seperti ini semoga bisa menjadi contoh. Kalau sederhana bisa berbagi nasi bungkus, kalau lebih mampu bisa berbagi sembako. Yang terpenting adalah rasa peduli kepada sesama," ungkapnya.

Kegiatan bakti sosial ini turut melibatkan sejumlah sahabat dan pendukung Crazy Horse, di antaranya Ida Bagus Joni, Dewa Made Wijana Nida, Joakim Diaz, Ida Bagus Nindia Abi, Ida Bagus Basistha Wedanta, dan IB Krisna.

PutuDox menilai sosok Ida Bagus Joni dan Crazy Horse merupakan inspirasi bagi banyak musisi rock Bali yang hingga kini terus menjaga semangat berkarya sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

"IB Joni dan Crazy Horse adalah panutan kami. Kami memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia musik, dan mereka telah menunjukkan bahwa musik juga bisa menjadi sarana untuk berbagi dan peduli terhadap sesama," ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami