Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Buleleng Gelar Sayembara Nama Titik Nol Singaraja, Hadiah Rp5 Juta
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng membuka sayembara penamaan kawasan Titik Nol Kota Singaraja dengan total hadiah sebesar Rp5 juta. Kompetisi ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Buleleng sebagai bentuk pelibatan publik dalam menentukan identitas kawasan bersejarah yang menjadi pusat pemerintahan.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan sayembara tersebut bertujuan menghimpun gagasan terbaik dari masyarakat untuk menentukan nama yang memiliki nilai historis, filosofis, serta sesuai dengan karakter kawasan Titik Nol Kota Singaraja.
"Kami ingin mendapat masukan dari masyarakat. Kalau ada usulan nama yang bagus, sesuai dengan sejarah dan kondisi kawasan saat ini, itu yang akan kami pilih," ujar Sutjidra.
Sayembara hanya terbuka bagi warga Kabupaten Buleleng. Sementara itu, aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak diperkenankan mengikuti kompetisi tersebut.
Peserta dapat mengusulkan nama menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Bali, Bahasa Inggris, maupun Bahasa Sanskerta. Setiap usulan wajib dilengkapi dengan penjelasan mengenai arti serta filosofi nama yang diajukan.
"Yang penting bukan hanya namanya, tetapi juga filosofinya. Karena kawasan ini merupakan pusat pemerintahan dan memiliki sejarah panjang, sehingga nama yang dipilih harus benar-benar sesuai," jelasnya.
Menurut Sutjidra, masa pengajuan usulan dibuka hingga pertengahan Juli 2026. Nama terbaik akan diumumkan bersamaan dengan peresmian kawasan Titik Nol Kota Singaraja yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga berencana menetapkan nama yang terpilih melalui Peraturan Bupati agar menjadi identitas resmi kawasan tersebut.
Proses seleksi akan dilakukan oleh tim penilai yang terdiri atas Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, unsur Dinas Kebudayaan, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), serta melibatkan para ahli sejarah.
Selain menjadi identitas resmi, nama pemenang nantinya akan dipasang di kawasan Titik Nol Kota Singaraja, tepatnya di sekitar Kantor Bupati Buleleng sebagai penanda kawasan.
Sutjidra berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berpartisipasi memberikan ide dan gagasan terbaik demi memperkuat identitas Kota Singaraja.
"Saya ingin masyarakat Buleleng ikut berpartisipasi. Ini milik masyarakat juga, jadi sudah sepatutnya masyarakat dilibatkan untuk memberikan nama. Dengan begitu, masyarakat juga akan merasa memiliki dan ikut menjaga kebersihan maupun ketertiban kawasan Titik Nol Kota Singaraja," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun