Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Duta Badung Tampil Gemilang di Parade Gong Kebyar Wanita PKB 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Duta Kabupaten Badung sukses memukau penonton saat tampil dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Minggu (28/6) malam.
Pada ajang bergengsi tersebut, Kabupaten Badung diwakili Sanggar Seni Guntur Madu, Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Sebanyak 75 seniman dilibatkan untuk membawakan tiga garapan yang mengangkat nilai spiritual, budaya, dan filosofi kehidupan masyarakat Bali.
Pembina sekaligus Komposer Tabuh Kreasi, I Putu Sofiarta, S.S.N., mengatakan persiapan dilakukan selama kurang lebih lima bulan. Meski menghadapi tantangan penyesuaian jadwal latihan karena sebagian besar penabuh masih kuliah dan bekerja, seluruh tim tetap menjaga komitmen hingga hari pementasan. Duta Kabupaten Badung membawakan tiga karya, yakni Tabuh Kreasi Panga Seni, Tari Kreasi Wana Pring, dan Sandya Gita.
"Target kami sebagai Duta Kabupaten Badung adalah memberikan penampilan yang menggelegar dan semaksimal mungkin. Kami berharap krama Badung dan krama Bali bisa menerima karya-karya yang kami tampilkan," ujarnya, Minggu (28/6) malam
Menurut Sofiarta, Tabuh Kreasi Panga Seni mengangkat kisah pergulatan batin seorang perempuan yang menghadapi godaan kepuasan sesaat hingga kehilangan arah hidup. Melalui garapan musik Gong Kebyar yang dinamis, karya tersebut mengajak penonton merenungkan pentingnya mengendalikan ego dan menjadikan hati nurani sebagai penuntun kehidupan.
"Perjalanan musikal ini memperkuat pesan tentang pentingnya keseimbangan emosi dan ketulusan dalam menemukan kedamaian diri," urainya.
Selanjutnya, Tari Kreasi Wana Pring terinspirasi dari hutan bambu yang memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian dari tradisi adat dan upacara keagamaan, bambu juga melambangkan ketulusan, kelenturan, kekuatan, dan keharmonisan.
Garapan tari tersebut mengusung konsep Atma Kerthi, yakni penyucian jiwa manusia untuk mencapai keseimbangan hidup serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
"Melalui gerak tari dan iringan musik, Wana Pering menggambarkan perjalanan jiwa yang terus bertumbuh, menyucikan diri, dan hidup selaras dengan semesta," beber Sofiarta
Sebagai penutup, Sanggar Seni Guntur Madu menampilkan Sandya Gita bertajuk Jiwa Anubhawa yang terinspirasi dari Lontar Atma Prasangsa. Garapan ini mengisahkan perjalanan atma mencari hakikat kehidupan dan kesadaran sejati melalui berbagai ujian spiritual hingga akhirnya menyadari bahwa seluruh rintangan merupakan cerminan dari dirinya sendiri.
"Melalui perpaduan tari, musik, vokal, dramatika, dan visual artistik, karya ini menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali jati diri, memahami asal dan tujuan hidup, serta mencapai keharmonisan batin dan penyatuan dengan Sang Pencipta," ungkapnya.
Penampilan Duta Kabupaten Badung turut disaksikan langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung beserta istri. Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi para seniman yang membawa nama daerah di ajang PKB.
Adi Arnawa mengapresiasi penampilan Duta Badung yang tampil berbarengan dengan Duta Kabupaten Gianyar. Menurutnya, pergelaran tersebut tidak hanya menjadi ajang menunjukkan kemampuan, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi antardaerah.
"Ini menunjukkan bahwa dalam membangun seni dibutuhkan kebersamaan dan kerja sama yang baik. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dalam penampilan. Ini sangat luar biasa," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi spontan yang terjadi di atas panggung bahkan mendapat apresiasi dari Gubernur Bali karena mampu memperlihatkan kekompakan tanpa menghilangkan karakter masing-masing daerah.
Saat diminta membandingkan kualitas penampilan Badung dan Gianyar, Adi Arnawa menilai keduanya sama-sama tampil memukau. Namun, menurutnya, garapan Duta Kabupaten Badung memiliki kekuatan lebih pada substansi cerita yang diangkat.
"Kalau saya ditanya mana yang lebih bagus, tentu saya jawab Badung. Tetapi saya melihat dua-duanya bagus, hanya saja dari sisi substansi cerita, Badung lebih kuat," beber Bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun