Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Duda Utara Karangasem Tewas Jatuh dari Steger Jembatan

Kamis, 20 Agustus 2026, 10:01 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Warga Duda Utara Karangasem Tewas Jatuh dari Steger Jembatan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, diwarnai kecelakaan yang merenggut nyawa seorang warga. I Wayan Kote (59), warga Banjar Dinas Karangsari Kelod, meninggal dunia setelah terjatuh dari steger bambu di sekitar lokasi proyek.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.15 WITA. Lokasi kejadian berada di perbatasan Banjar Dinas Karangsari Tengah dan Karangsari Kelod, Desa Duda Utara.

Saat kejadian, korban datang ke kawasan proyek untuk melihat proses pembangunan jembatan. Korban kemudian naik ke bagian steger bambu yang berada di lokasi proyek sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh.

Perbekel Desa Duda Utara, I Wayan Suarman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban sebelumnya datang untuk melihat aktivitas pembangunan jembatan.

“Ya benar, kejadiannya tanggal 16 Agustus sore. Korban terpleset dari steger bambu saat melihat-lihat proyek jembatan. Korban terpleset dan jatuh ke belakang dengan posisi kepala mendarat di atas batu,” ujar Suarman saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Benturan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan perawatan.

Karena kondisi korban cukup parah, Wayan Kote selanjutnya dirujuk ke RSUD Klungkung. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Wayan Kote kemudian dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dimakamkan pada Senin (17/8/2026).

“Korban dikubur pada Senin, 17 Agustus 2026. Pak Dandim juga sudah sempat datang melayat ke rumah duka,” imbuhnya.

Suarman mengatakan korban merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih. Dalam kehidupan sehari-hari, korban dikenal aktif mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut Suarman, Wayan Kote sebenarnya cukup sering melihat aktivitas pembangunan jembatan tersebut. Namun, selama ini korban biasanya hanya mengamati pekerjaan dari jarak yang relatif jauh.

Pada hari kejadian, korban disebut melihat proses pembangunan dari jarak lebih dekat. Korban bahkan berkeliling di sekitar proyek hingga naik ke bagian steger bambu.

“Biasanya korban hanya melihat dari jarak yang cukup jauh. Entah bagaimana, hari itu korban tumben berkeliling melihat-lihat proyek sampai naik ke atas steger. Kemudian terpleset dan jatuh ke bawah dengan kedalaman sekitar enam meter,” jelas Suarman.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan warga Desa Duda Utara, terlebih korban merupakan warga setempat yang tinggal di sekitar kawasan pembangunan Jembatan Merah Putih.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami