Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Warga Duda Utara Karangasem Tewas Jatuh dari Steger Jembatan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, diwarnai kecelakaan yang merenggut nyawa seorang warga. I Wayan Kote (59), warga Banjar Dinas Karangsari Kelod, meninggal dunia setelah terjatuh dari steger bambu di sekitar lokasi proyek.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.15 WITA. Lokasi kejadian berada di perbatasan Banjar Dinas Karangsari Tengah dan Karangsari Kelod, Desa Duda Utara.
Saat kejadian, korban datang ke kawasan proyek untuk melihat proses pembangunan jembatan. Korban kemudian naik ke bagian steger bambu yang berada di lokasi proyek sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh.
Perbekel Desa Duda Utara, I Wayan Suarman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban sebelumnya datang untuk melihat aktivitas pembangunan jembatan.
“Ya benar, kejadiannya tanggal 16 Agustus sore. Korban terpleset dari steger bambu saat melihat-lihat proyek jembatan. Korban terpleset dan jatuh ke belakang dengan posisi kepala mendarat di atas batu,” ujar Suarman saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Benturan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan perawatan.
Karena kondisi korban cukup parah, Wayan Kote selanjutnya dirujuk ke RSUD Klungkung. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Wayan Kote kemudian dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dimakamkan pada Senin (17/8/2026).
“Korban dikubur pada Senin, 17 Agustus 2026. Pak Dandim juga sudah sempat datang melayat ke rumah duka,” imbuhnya.
Suarman mengatakan korban merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih. Dalam kehidupan sehari-hari, korban dikenal aktif mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Suarman, Wayan Kote sebenarnya cukup sering melihat aktivitas pembangunan jembatan tersebut. Namun, selama ini korban biasanya hanya mengamati pekerjaan dari jarak yang relatif jauh.
Pada hari kejadian, korban disebut melihat proses pembangunan dari jarak lebih dekat. Korban bahkan berkeliling di sekitar proyek hingga naik ke bagian steger bambu.
“Biasanya korban hanya melihat dari jarak yang cukup jauh. Entah bagaimana, hari itu korban tumben berkeliling melihat-lihat proyek sampai naik ke atas steger. Kemudian terpleset dan jatuh ke bawah dengan kedalaman sekitar enam meter,” jelas Suarman.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan warga Desa Duda Utara, terlebih korban merupakan warga setempat yang tinggal di sekitar kawasan pembangunan Jembatan Merah Putih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan