Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Warga Duda Utara Karangasem Tewas Jatuh dari Steger Jembatan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, diwarnai kecelakaan yang merenggut nyawa seorang warga. I Wayan Kote (59), warga Banjar Dinas Karangsari Kelod, meninggal dunia setelah terjatuh dari steger bambu di sekitar lokasi proyek.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.15 WITA. Lokasi kejadian berada di perbatasan Banjar Dinas Karangsari Tengah dan Karangsari Kelod, Desa Duda Utara.
Saat kejadian, korban datang ke kawasan proyek untuk melihat proses pembangunan jembatan. Korban kemudian naik ke bagian steger bambu yang berada di lokasi proyek sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh.
Perbekel Desa Duda Utara, I Wayan Suarman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban sebelumnya datang untuk melihat aktivitas pembangunan jembatan.
“Ya benar, kejadiannya tanggal 16 Agustus sore. Korban terpleset dari steger bambu saat melihat-lihat proyek jembatan. Korban terpleset dan jatuh ke belakang dengan posisi kepala mendarat di atas batu,” ujar Suarman saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Benturan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan perawatan.
Karena kondisi korban cukup parah, Wayan Kote selanjutnya dirujuk ke RSUD Klungkung. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Wayan Kote kemudian dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dimakamkan pada Senin (17/8/2026).
“Korban dikubur pada Senin, 17 Agustus 2026. Pak Dandim juga sudah sempat datang melayat ke rumah duka,” imbuhnya.
Suarman mengatakan korban merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih. Dalam kehidupan sehari-hari, korban dikenal aktif mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Suarman, Wayan Kote sebenarnya cukup sering melihat aktivitas pembangunan jembatan tersebut. Namun, selama ini korban biasanya hanya mengamati pekerjaan dari jarak yang relatif jauh.
Pada hari kejadian, korban disebut melihat proses pembangunan dari jarak lebih dekat. Korban bahkan berkeliling di sekitar proyek hingga naik ke bagian steger bambu.
“Biasanya korban hanya melihat dari jarak yang cukup jauh. Entah bagaimana, hari itu korban tumben berkeliling melihat-lihat proyek sampai naik ke atas steger. Kemudian terpleset dan jatuh ke bawah dengan kedalaman sekitar enam meter,” jelas Suarman.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan warga Desa Duda Utara, terlebih korban merupakan warga setempat yang tinggal di sekitar kawasan pembangunan Jembatan Merah Putih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4584 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2394 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2048 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1649 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1090 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun