Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Polisi Selidiki Penyebar Video Mesum yang Diduga Libatkan Guru P3K di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jembrana menyelidiki penyebaran video bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang perempuan berstatus guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Jembrana. Rekaman yang beredar di media sosial tersebut memicu perhatian dan beragam tanggapan dari masyarakat.
Video berdurasi sekitar empat menit itu memperlihatkan percakapan melalui panggilan video antara seorang perempuan dan seorang pria. Rekaman kemudian tersebar luas setelah diunggah oleh salah satu akun media sosial yang menyebut perempuan dalam video merupakan tenaga pendidik di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Jembrana.
Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai viralnya video tersebut. Saat ini penyidik memfokuskan penyelidikan pada asal-usul penyebaran rekaman sekaligus mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan.
Berdasarkan hasil pendalaman sementara, video tersebut diduga merupakan rekaman lama yang dibuat pada 2024 ketika perempuan itu masih berstatus sebagai istri dari pria yang berada dalam panggilan video. Saat ini keduanya disebut telah resmi bercerai.
"Informasi awal yang kami peroleh, video call itu dilakukan pada tahun 2024 ketika yang bersangkutan masih berstatus suami istri. Saat video ini viral, keduanya sudah resmi bercerai," ujar AKP I Gede Alit Darmana saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Untuk memastikan kronologi kejadian dan mengetahui bagaimana rekaman tersebut dapat tersebar ke publik, penyidik masih berupaya mencari keberadaan mantan suami perempuan tersebut guna dimintai klarifikasi.
Namun, proses tersebut masih terkendala karena nomor telepon yang bersangkutan tidak dapat dihubungi. Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, posisi terakhir pria tersebut diketahui berada di Denpasar.
"Yang bersangkutan masih kami cari untuk dimintai klarifikasi. Posisi terakhir yang kami ketahui berada di Denpasar, tetapi ponselnya dalam keadaan tidak aktif," tambahnya.
Selain menelusuri keberadaan pihak yang terlibat dalam video, penyidik juga mendalami siapa pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap ada atau tidaknya dugaan tindak pidana dalam penyebaran konten bermuatan asusila.
Polres Jembrana menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung dan seluruh fakta hukum akan didalami sebelum menentukan langkah penegakan hukum selanjutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3644 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1291 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1215 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1054 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun