Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




WNA Rusia Diculik di Pecatu, Dipaksa Serahkan Password Aset Kripto

Kamis, 9 Juli 2026, 15:46 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/WNA Rusia Diculik di Pecatu, Dipaksa Serahkan Password Aset Kripto.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Aparat Polda Bali tengah memburu pelaku penculikan terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, Artem Ivanov (41), yang mengaku disekap dan dianiaya hingga dipaksa menyerahkan password aset kripto miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Uluwatu–Jalan Belimbing, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Kamis (2/7/2026).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan korban saat itu baru pulang dari Restoran Hedonist menuju tempat tinggalnya di Villa Ukulele, Jalan Belimbing Sari III, sekitar pukul 21.35 Wita.

Di tengah perjalanan, korban diadang sebuah mobil Nissan Serena berwarna hitam. Dua pria bertubuh kekar kemudian keluar dari kendaraan, membekap korban, memborgol tangannya menggunakan borgol plastik, menutup kepalanya, lalu memaksa masuk ke dalam mobil.

"Para pelaku ini beraksi dengan menggunakan penutup wajah," beber Kombes Pol Ariasandy, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan keterangan korban, dirinya kemudian dibawa ke sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi penyekapan. Artem mengaku ditahan di sebuah ruangan menyerupai sel di lantai dua rumah dan mengalami kekerasan fisik berupa pukulan serta tendangan selama kurang lebih 30 menit. Selama disekap, korban mengaku terus diintimidasi agar menyerahkan akses ke aset kripto miliknya.

"Mengaku tidak kuat disiksa, korban akhirnya menyerahkan akun aset krypto kepada pelaku," bebernya.

Selain memaksa korban menyerahkan password aset kripto, para pelaku juga membawa kabur dua telepon genggam, termasuk perangkat yang digunakan khusus untuk mengakses akun kripto.

Tak hanya itu, pelaku memanfaatkan kunci vila yang tersimpan di dasbor sepeda motor korban untuk masuk ke Villa Ukulele.

Korban baru dilepaskan di Jalan Prabu Udayana, tepatnya di depan Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Setelah bebas, korban langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Jadi, selama korban disekap oleh para pelaku, Polda Bali sebelumnya sempat menerima laporan orang hilang yang tak kunjung kembali ke tempat tinggalnya di Villa Ukulele," imbuhnya.

Polda Bali kemudian meningkatkan penanganan perkara dari laporan orang hilang menjadi laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan.

Dalam proses penyelidikan, tim gabungan telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara di empat lokasi, yakni Restoran Hedonist, lokasi pencegatan di Pecatu, Villa Ukulele, serta lokasi korban diturunkan di depan RS Universitas Udayana.

Penyidik juga telah mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah lokasi. Namun, penyelidikan di Villa Ukulele mengalami kendala karena sistem CCTV, jaringan listrik, dan WiFi dalam kondisi mati akibat korsleting pada mesin air. Sementara itu, minimnya kamera pengawas di lokasi penculikan membuat polisi mengandalkan alat bukti lain.

Selain CCTV, penyidik juga mengambil data cell dump di empat lokasi untuk menganalisis aktivitas telepon seluler yang terekam di sekitar tempat kejadian sesuai linimasa keberadaan ponsel korban.

"Kami juga melakukan pengecekan rekaman CCTV di seluruh lokasi yang berkaitan dengan perkara ini, termasuk di restoran, villa, lokasi penculikan, hingga lokasi korban diturunkan. Seluruh data itu masih dianalisis, termasuk data komunikasi telepon seluler di sekitar lokasi untuk melacak pelaku," jelas Ariasandy.

Terkait identitas pelaku, Polda Bali belum dapat memastikan apakah para pelaku merupakan WNI atau WNA karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Identitas belum diketahui, masih diselidiki," bebernya.

Saat ini, penyidik masih memburu para pelaku dengan fokus menelusuri pergerakan mobil Nissan Serena hitam yang digunakan dalam aksi penculikan. Polisi juga terus mengidentifikasi lokasi penyekapan melalui analisis CCTV dan data telekomunikasi.

"Penyelidikan juga masih mendalami besaran kerugian yang dialami korban akibat hilangnya aset kripto tersebut," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami