Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 21 Juli 2026
Vaksinasi Rabies di Bangli Baru Capai 20 Persen, Kekurangan Petugas dan Stok Jadi Kendala
beritabali/ist/Vaksinasi Rabies di Bangli Baru Capai 20 Persen, Kekurangan Petugas dan Stok Jadi Kendala.
BERITABALI.COM, BANGLI.
Capaian vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Bangli hingga pertengahan 2026 masih tergolong rendah. Keterbatasan jumlah petugas, minimnya anggaran operasional, serta kurangnya stok vaksin menjadi penyebab utama rendahnya cakupan vaksinasi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi penyebaran rabies di Bangli. Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah pusat agar target vaksinasi dapat tercapai.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan dari total populasi hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Bangli yang mencapai lebih dari 47 ribu ekor, baru sekitar 20 persen yang berhasil divaksin.
Minimnya capaian tersebut dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, Dinas PKP Bangli hanya memiliki 17 petugas vaksinasi, padahal kebutuhan ideal mencapai sedikitnya 35 petugas yang dibagi ke dalam lima tim dengan masing-masing lima orang.
Selain jumlah petugas yang terbatas, biaya operasional untuk pelaksanaan vaksinasi di lapangan juga dinilai masih sangat minim sehingga memengaruhi efektivitas pelaksanaan program.
Di sisi lain, ketersediaan vaksin rabies juga belum mencukupi kebutuhan. Saat ini Bangli memiliki sekitar 25 ribu dosis vaksin, terdiri atas 15 ribu dosis dari pengadaan daerah dan 10 ribu dosis bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali. Jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh populasi HPR yang mencapai lebih dari 47 ribu ekor.
Untuk mencapai target minimal cakupan vaksinasi sebesar 70 persen, Dinas PKP Bangli memperkirakan masih membutuhkan sedikitnya 12 ribu dosis vaksin tambahan.
"Dengan kerjasama seluruh pihak diharapkan berbagai kendala bisa diatasi, sehingga penyebaran virus rabies bisa ditangani dengan baik," ungkapnya, Senin (20/07/2026).
Dinas PKP Bangli berharap adanya dukungan tambahan anggaran, tenaga vaksinator, serta pasokan vaksin dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar program vaksinasi rabies dapat dipercepat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan penyebaran virus rabies sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dan hewan peliharaan di Kabupaten Bangli.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3760 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1434 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1407 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1376 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1287 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun