Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 21 Juli 2026
BPBD Karangasem Luncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem terus memperkuat upaya mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif. Langkah terbaru diwujudkan melalui peluncuran Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) guna memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses, perlindungan, serta peran yang setara dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Peluncuran ULD-PB dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) dan diresmikan oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta.
Prosesi pengalungan selendang secara simbolis menjadi penanda resmi beroperasinya ULD-PB sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem penanggulangan bencana yang lebih ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui unit ini, penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima layanan saat terjadi bencana, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses mitigasi, edukasi kebencanaan, hingga penyusunan strategi penanggulangan bencana di Kabupaten Karangasem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengatakan keanggotaan ULD-PB tidak hanya berasal dari personel BPBD, tetapi juga melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari tim.
Menurutnya, para penyandang disabilitas akan dibekali pengetahuan mengenai kebencanaan sehingga mampu memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana sekaligus menyampaikan kebutuhan serta rekomendasi sesuai kondisi di lapangan.
"Minimal para penyandang disabilitas memahami kebencanaan, mampu mengomunikasikan kebutuhan mereka, memberikan rekomendasi hal-hal yang strategis, serta mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," ujarnya.
Aditya menjelaskan, ULD-PB akan memiliki sejumlah bidang yang melibatkan penyandang disabilitas bersama berbagai pemangku kepentingan. Selama lima tahun ke depan, unit tersebut akan menjalankan berbagai program untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap kelompok rentan di Kabupaten Karangasem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, menyampaikan apresiasinya atas pembentukan ULD-PB. Menurutnya, seluruh masyarakat tanpa terkecuali memiliki hak yang sama dalam memperoleh informasi, perlindungan, dan pelayanan ketika menghadapi bencana.
"Dengan peluncuran ULD-PB ini, kesiapsiagaan bagi penyandang disabilitas mendapat perhatian penuh. Mereka memiliki hak yang sama dan harus menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana," kata Sedana Merta.
Ia berharap keberadaan ULD-PB tidak hanya berhenti sebagai seremoni peluncuran, tetapi diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Karangasem memiliki sedikitnya 13 potensi bencana yang memerlukan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Head of Sub-National Program Siap Siaga, Deswanto Marbun, menilai pembentukan ULD-PB Karangasem sebagai langkah maju dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif.
Menurutnya, penyandang disabilitas harus memperoleh perlindungan sekaligus diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.
"Kami berharap ULD-PB menjadi wadah yang mampu melindungi kelompok rentan sekaligus memastikan kebutuhan dan kapasitas penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3760 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1434 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1407 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1376 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1287 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun