Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Bawaslu Gianyar Ajak Pelajar Rekam e-KTP Demi Hak Pilih di Pemilu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar mengajak para pelajar yang telah atau akan berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Langkah tersebut dinilai penting agar para pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu maupun pemilihan yang akan datang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Menurutnya, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila setiap warga negara memahami hak dan kewajibannya, termasuk sebagai pemilih pemula.
"Bagi adik-adik yang sudah atau akan berusia 17 tahun, segera lakukan perekaman e-KTP. Dokumen ini bukan hanya identitas kependudukan atau identitas pribadi semata, tetapi juga menjadi salah satu syarat agar dapat menggunakan hak pilih ketika telah memenuhi ketentuan sebagai pemilih," ujar Hartawan.
Ia menjelaskan bahwa menjadi pemilih bukan sekadar hadir di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara dalam menentukan arah pembangunan daerah serta masa depan bangsa.
Karena itu, Hartawan mengingatkan para pelajar agar menggunakan hak pilih secara bijaksana ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
"Suara setiap warga negara memiliki nilai yang sama. Karena itu, ketika nanti sudah memiliki hak pilih, gunakanlah hak tersebut dengan penuh tanggung jawab. Jangan golput, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, dan pilihlah berdasarkan hati nurani serta rekam jejak calon," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hartawan juga memperkenalkan tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu dan pemilihan agar berjalan secara jujur, adil, dan demokratis.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Oleh sebab itu, para pelajar diharapkan mulai peduli terhadap proses demokrasi sejak dini serta berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungan sekitarnya.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda. Kami berharap adik-adik mulai peduli, berani menyampaikan jika melihat pelanggaran, dan menjadi bagian dari pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing," katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5805 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2558 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan