Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 21 Juli 2026
Bawaslu Gianyar Ajak Pelajar Rekam e-KTP Demi Hak Pilih di Pemilu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar mengajak para pelajar yang telah atau akan berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Langkah tersebut dinilai penting agar para pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu maupun pemilihan yang akan datang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Menurutnya, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila setiap warga negara memahami hak dan kewajibannya, termasuk sebagai pemilih pemula.
"Bagi adik-adik yang sudah atau akan berusia 17 tahun, segera lakukan perekaman e-KTP. Dokumen ini bukan hanya identitas kependudukan atau identitas pribadi semata, tetapi juga menjadi salah satu syarat agar dapat menggunakan hak pilih ketika telah memenuhi ketentuan sebagai pemilih," ujar Hartawan.
Ia menjelaskan bahwa menjadi pemilih bukan sekadar hadir di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara dalam menentukan arah pembangunan daerah serta masa depan bangsa.
Karena itu, Hartawan mengingatkan para pelajar agar menggunakan hak pilih secara bijaksana ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
"Suara setiap warga negara memiliki nilai yang sama. Karena itu, ketika nanti sudah memiliki hak pilih, gunakanlah hak tersebut dengan penuh tanggung jawab. Jangan golput, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, dan pilihlah berdasarkan hati nurani serta rekam jejak calon," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hartawan juga memperkenalkan tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu dan pemilihan agar berjalan secara jujur, adil, dan demokratis.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Oleh sebab itu, para pelajar diharapkan mulai peduli terhadap proses demokrasi sejak dini serta berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungan sekitarnya.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda. Kami berharap adik-adik mulai peduli, berani menyampaikan jika melihat pelanggaran, dan menjadi bagian dari pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing," katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3760 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1436 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1409 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1376 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1287 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun