Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Damkar Buleleng Butuh 6 Pos Baru dan 12 Armada Tambahan

Selasa, 21 Juli 2026, 14:03 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Damkar Buleleng Butuh 6 Pos Baru dan 12 Armada Tambahan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kabupaten Buleleng masih membutuhkan tambahan enam pos pemadam kebakaran (Damkar) beserta 12 armada baru untuk meningkatkan pelayanan penanganan kebakaran. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak mengingat luas wilayah Buleleng yang hampir mencapai seperempat wilayah Provinsi Bali.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengatakan saat ini Buleleng baru memiliki tiga pos damkar yang berlokasi di Kota Singaraja, Kecamatan Kubutambahan, dan Kecamatan Seririt. Masing-masing pos hanya didukung dua unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas besar.

"Kalau melihat luas wilayah Buleleng yang hampir seperempat wilayah Bali, idealnya setiap kecamatan memiliki satu pos damkar. Bahkan Kecamatan Gerokgak seharusnya memiliki dua pos karena wilayahnya sangat luas," ujar Arya Suardana saat dikonfirmasi, Selasa (21/7).

Menurut Arya, dengan kondisi saat ini Buleleng masih kekurangan enam pos damkar. Setiap pos idealnya dilengkapi dua unit mobil pemadam sehingga total kebutuhan tambahan mencapai 12 armada.

Ia menjelaskan keterbatasan jumlah pos menyebabkan waktu tempuh petugas menuju lokasi kebakaran masih cukup lama. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Gerokgak yang hingga kini masih dilayani dari Pos Damkar Seririt.

"Kalau dari Seririt menuju Gerokgak bisa lebih dari satu jam. Padahal waktu respons ideal untuk tiba di lokasi sekitar 15 menit. Kendala jarak ini yang belum bisa kami optimalkan," jelasnya.

Selain keterbatasan pos, kondisi armada pemadam juga menjadi tantangan tersendiri. Armada terbaru yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng merupakan hasil pengadaan tahun 2006, sedangkan armada lainnya diproduksi sebelum tahun 2000 dengan kapasitas antara 3.000 hingga 5.000 liter per unit.

Kondisi kendaraan yang telah berusia puluhan tahun dinilai lebih rentan mengalami kerusakan sehingga berpotensi mengganggu kesiapan petugas saat menerima laporan kebakaran.

"Kendaraan yang sudah tua tentu lebih rentan mengalami kerusakan. Padahal armada harus selalu siap digunakan ketika ada laporan kebakaran," katanya.

Arya mengungkapkan pengadaan armada baru telah diusulkan pada tahun ini dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 miliar. Ia berharap usulan tersebut dapat direalisasikan agar pelayanan dasar di bidang pemadam kebakaran semakin optimal.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi satu unit. Harapan kami ke depan setiap tahun ada penambahan armada karena layanan pemadam kebakaran merupakan pelayanan dasar yang harus didukung sarana memadai," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami