Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
Sampah Liar Cemari Sungai, DLH Jembrana Siapkan Pola Baru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Persoalan sampah liar yang mencemari aliran sungai di Kabupaten Jembrana masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Selain terus mengintensifkan pembersihan di lapangan, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLH Perkim) Jembrana kini menyiapkan langkah lanjutan melalui penguatan pengawasan serta kolaborasi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah di setiap wilayah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih) yang digelar pada Kamis (23/7/2026). Dalam kegiatan ini, petugas DLH Perkim Jembrana menyisir sejumlah aliran sungai untuk mengangkut tumpukan sampah yang dibuang sembarangan.
Kegiatan Prokasih melibatkan Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Limbah B3 dan Kebersihan, Tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), serta armada pengangkut sampah guna membersihkan kawasan sungai yang terdampak pencemaran.
Kepala DLH Perkim Jembrana, I Wayan Putra Mahardika, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Limbah B3 dan Kebersihan I Gede Arya Widhyartha, menjelaskan bahwa pelayanan pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah daerah hingga saat ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan, khususnya dalam aspek pengawasan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah dinilai menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) maupun mencemari lingkungan.
"Kami menyadari pelayanan pemerintah belum sepenuhnya optimal. Namun, perlu ada pemahaman bersama bahwa sampah yang kita hasilkan setiap hari dapat dikelola sejak dari sumbernya. Jika masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah, beban pengelolaan di hilir maupun di TPA akan jauh berkurang," ujar Putra Mahardika.
Sebagai langkah jangka panjang, DLH Perkim Jembrana tengah menyusun pola pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk seluruh KSM pengelola sampah yang tersebar di Kabupaten Jembrana.
Melalui skema tersebut, pemerintah akan menerapkan sistem pengangkutan sampah secara terjadwal berdasarkan jenisnya. Armada pengangkut nantinya hanya akan mengambil sampah yang telah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pola baru ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya sekaligus menekan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai. Pemerintah juga mengajak masyarakat serta pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan membangun budaya memilah sampah demi menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Jembrana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3808 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1475 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1462 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1411 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1312 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun