Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




PPN Pengambengan Groundbreaking 29 September

Kamis, 10 September 2026, 15:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/PPN Pengambengan Groundbreaking 29 September.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana mulai memasuki tahap pelaksanaan. Proyek strategis nasional tersebut dijadwalkan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 29 September 2026.

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat sosialisasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pemangku kepentingan daerah di Ballroom Gedung Ir Soekarno Jembrana, Kamis (10/9/2026).

Pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFM). Proyek ini mendapat dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB).

Kontrak pengerjaan fisik telah resmi diteken di Jakarta pada 7 Agustus 2026 oleh kontraktor pelaksana CRBC-NINDYA Joint Operation (JO).

Kepala PPN Pengambengan, Kartono, mengatakan groundbreaking pembangunan pelabuhan telah dijadwalkan pada akhir September 2026.

"Kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 29 September 2026. Ini menandai dimulainya pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan," ujar Kartono di hadapan jajaran Forkopimda.

Menurut Kartono, PPN Pengambengan dipilih karena memiliki posisi geografis strategis di kawasan selatan Bali serta didukung potensi perikanan yang tinggi. Pelabuhan tersebut nantinya disiapkan untuk menampung relokasi aktivitas perikanan tangkap dari Pelabuhan Benoa.

"Pelabuhan ini nantinya dirancang menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, dan terintegrasi langsung dengan rantai pasok hilir," imbuhnya.

Ia menambahkan, status proyek sebagai proyek strategis nasional dan sumber pembiayaan yang berasal dari pinjaman luar negeri membuat pengawalan di lapangan menjadi penting.

Pengawalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis konstruksi, tetapi juga aspek sosial dan stabilitas keamanan lingkungan di sekitar proyek.

"Kami sangat mengharapkan dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran Forkopimda. Keberhasilan proyek ini butuh kerja sama solid antara pemerintah daerah, pihak pemberi pinjaman, kontraktor pelaksana, hingga aparat keamanan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala," pungkas Kartono.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami