Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Kurangi Beban Jalur Darat, Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Terminal Logistik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, dikembangkan menjadi salah satu pusat distribusi logistik di Bali. Pengembangan pelabuhan tersebut kini mulai memasuki proses tender dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rencana tersebut saat membuka Buleleng Festival 2026, Selasa (18/8) malam. Koster mengatakan pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang telah dikoordinasikan dengan Menteri Perhubungan. Salah satu fasilitas utama yang akan disiapkan adalah terminal logistik khusus.
“Sekarang sedang mulai proses tender untuk pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang. Pada akhir tahun 2027 diharapkan selesai,” ujar Koster.
Pengembangan terminal logistik di Celukan Bawang dirancang untuk mengubah pola distribusi barang dari Jawa Timur menuju Bali. Dengan adanya terminal tersebut, angkutan barang dari arah Ketapang, Jawa Timur, nantinya dapat langsung menuju Celukan Bawang melalui jalur laut. Dengan demikian, truk pengangkut logistik tidak seluruhnya harus masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk dan melintasi jalur darat Bali.Koster mengatakan skema tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan berat di sejumlah ruas jalan di Bali.
Selama ini, mobilitas truk logistik menjadi salah satu persoalan lalu lintas karena kendaraan berat dapat memicu kemacetan hingga mengalami mogok, terutama ketika melintasi ruas jalan dengan kondisi menanjak.
“Tidak perlu lagi truk-truk pengangkut barang berat macet, mogok, atau menanjak yang bikin masalah di jalan raya. Nanti semua akan lewat jalur laut,” katanya.
Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang tidak berdiri sendiri. Pemerintah Provinsi Bali juga menyiapkan jaringan pelabuhan logistik yang akan mengelilingi Pulau Dewata.
Setelah Celukan Bawang, rencana pengembangan diarahkan ke sejumlah pelabuhan lain, yakni Sangsit, Amed, dan Kusamba.
Menurut Koster, Menteri Perhubungan telah menyetujui konsep pengembangan jaringan pelabuhan tersebut. Keberadaan jaringan pelabuhan logistik di berbagai wilayah Bali diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi barang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap angkutan darat.
Dengan pola tersebut, angkutan barang berat dapat lebih banyak memanfaatkan jalur laut. Selain memperlancar distribusi logistik, kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi tekanan kendaraan berat terhadap infrastruktur jalan serta mendukung kelancaran lalu lintas di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4578 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2382 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2041 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1642 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1083 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun