Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kata Polisi soal Viral Gym di Gianyar Usir Tiga WNA Israel
bbn/Potongan Video mengenai perdebatan pengelola gym Ayenda (kanan) dan pengunjung diduga WN Israel.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Video yang memperlihatkan pemilik pusat kebugaran (gym) di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, mengusir tiga warga negara asing (WNA) yang disebut berasal dari Israel viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Ayenda Gym. Pemilik gym, Samir (32), menyatakan tindakan tersebut dilakukan setelah salah seorang dari tiga WNA yang datang ke tempat usahanya disebut bersikap kasar terhadap karyawan lokal.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @gazaupdate, Samir terlihat terlibat perdebatan dengan salah seorang pria asing. Ia kemudian meminta ketiga WNA tersebut meninggalkan lokasi.
Samir juga menyebut ketiga WNA tersebut mengaku berasal dari Israel dan diduga merupakan anggota Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF).
"Kalian bertugas di IDF? Jadi saya tidak membahas. Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Dan bersyukur, karena saya tidak melibatkan polisi," ujar Samir dalam video tersebut, Rabu (19/8/2026).
Samir menjelaskan, persoalan bermula ketika tiga WNA tersebut datang untuk menggunakan fasilitas gym. Salah seorang di antaranya kemudian disebut bersikap tidak sopan terhadap staf lokal.
Mendapat laporan tersebut, Samir mendatangi ketiganya dan menanyakan asal negara mereka. Setelah mengetahui mereka mengaku sebagai warga Israel, Samir meminta ketiganya meninggalkan tempat tersebut.
"Ketika saya tanya, mereka bilang orang Israel. Jadi saya bilang kita tidak melayani orang Israel. Kami juga tidak melayani siapa pun yang kasar ke staf kami," ungkapnya melalui video klarifikasi.
Samir kemudian membantah bahwa keputusan tersebut didasarkan pada diskriminasi agama. Ia menyebut pernyataannya berkaitan dengan IDF dan sikap terhadap pekerja di tempat usahanya.
"Saya katakan tentang orang Israel dan IDF, bukan tentang agama. Tapi mereka selalu membingkainya sebagai masalah agama," tegasnya.
Setelah video tersebut menyebar luas, polemik turut berkembang di ruang digital. Halaman Google Maps Ayenda Gym diketahui mendapatkan sejumlah ulasan negatif.
Salah satu akun atas nama menuduh pihak gym melakukan tindakan rasis dan mengklaim dirinya diusir karena alasan agama. Sementara akun mengaku ditolak masuk karena dianggap sebagai seorang Yahudi.
Berbagai ulasan tersebut menjadi bagian dari perbincangan publik setelah video pengusiran tiga WNA tersebut viral.
Namun, mengenai dugaan identitas ketiga WNA sebagai anggota IDF serta rangkaian kejadian yang melatarbelakangi pengusiran, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman informasi terkait peristiwa tersebut.
"Terkait hal ini kami masih konfirmasi. Sampai saat ini tidak ada pengaduan ke Polsek maupun Polres," pungkas Ipda Gusti Ngurah Suardita.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5740 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2548 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan