Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
22 Tersangka Narkoba Ditangkap di Badung, 1,9 Kg Ganja Disita
BERITABALI.COM, BADUNG.
Satuan Resnarkoba Polres Badung mengungkap 17 kasus narkotika dalam operasi yang berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 22 tersangka dengan mayoritas berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja serabutan.
Barang bukti yang paling banyak disita berupa ganja kering. Selain itu, petugas juga mengamankan sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis dengan nilai keseluruhan mencapai Rp475,7 juta.
Dalam konferensi pers di Mapolres Badung, Kamis (27/8/2026), Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba SIK mengatakan seluruh tersangka merupakan warga lokal berusia 25 hingga 45 tahun. Polisi tidak menemukan keterlibatan warga negara asing dalam rangkaian kasus tersebut. Dari 22 tersangka yang diamankan, sembilan orang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
"Para pelaku narkoba ini tergiur masuk ke jaringan peredaran setelah bebas dari penjara," terangnya.
Kasatresnarkoba Polres Badung, AKP I Gusti Made Dharma Sudhira, mengatakan wilayah Kuta Utara saat ini menjadi salah satu titik yang dinilai rawan terhadap peredaran narkotika.
Polisi juga menduga pasokan narkoba masuk ke wilayah Badung dari Jakarta dan Surabaya melalui jalur darat.
Dalam menjalankan aksinya, jaringan tersebut menggunakan modus sistem tempel dengan pola jaringan terputus. Dengan pola ini, pemasok, kurir, hingga pembeli disebut tidak perlu bertemu secara langsung.
"Kami masih mendalami apakah status para tersangka sebagai pengemudi ojol merupakan pekerjaan asli atau sekadar kedok untuk menyamarkan aksi tempel barang di pinggir jalan," terangnya.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita 1,99 kilogram ganja, 157,68 gram sabu, 26 butir ekstasi, serta 1,48 gram tembakau sintetis. Total nilai barang bukti tersebut ditaksir mencapai Rp475,7 juta. Pengungkapan 17 kasus narkotika itu diperkirakan turut mencegah sekitar 10.500 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian polisi yakni penangkapan tersangka berinisial JA asal Denpasar Utara. JA diamankan dengan barang bukti hampir 2 kilogram ganja.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan imbalan setiap kali menjalankan aksi pengedaran narkotika.
"Pelaku mengaku mendapat upah Rp1 juta untuk setiap aksi pengedaran," tegasnya.
Atas perbuatannya, 22 tersangka tersebut dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara, serta Pasal 111 dan Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5749 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan