Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Berdamai dengan Keadaan, Damkar Karangasem Cuma Punya 1 Setel Jaket Tahan Api
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Keterbatasan sarana dan prasarana membuat Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem harus berdamai dengan kondisi yang ada saat menjalankan tugas. Salah satu yang menjadi perhatian adalah minimnya perlengkapan keselamatan bagi petugas.
Saat ini, Damkartan Karangasem hanya memiliki satu setel jaket tahan api. Padahal, petugas harus menghadapi berbagai risiko ketika melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
Selain jaket tahan api, ketersediaan perlengkapan keselamatan lainnya juga masih terbatas. Damkartan Karangasem hanya memiliki 24 setel baju tahan panas, 23 pasang sepatu pemadam, 16 buah APAR, serta 50 helm pemadam.
Keterbatasan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Damkartan Karangasem juga masih kekurangan armada dan personel.
Saat ini, Damkartan Karangasem memiliki empat unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit mobil tangki, dan satu unit mobil rescue. Sementara jumlah personel yang tersedia sebanyak 44 orang.
Kadis Damkartan Karangasem, Arta Negara, mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya harus memaksimalkan fasilitas yang tersedia, terutama ketika terjadi laporan kebakaran dari beberapa lokasi dalam waktu hampir bersamaan.
Kondisi itu sempat terjadi ketika sejumlah personel dan armada dikerahkan menangani kebakaran lahan di wilayah Kubu. Pada saat bersamaan, tiga laporan kebakaran masuk dari lokasi berbeda. Petugas pun harus membagi kekuatan yang ada untuk merespons laporan kebakaran tersebut.
Di tengah keterbatasan itu, kebutuhan pengembangan pos pemadam juga masih menjadi pekerjaan rumah. Secara ideal, Karangasem membutuhkan 16 pos pemadam yang terbagi dalam lima sektor untuk menjangkau seluruh wilayah.
Namun, hingga kini baru terdapat dua pos, yakni Pos Selat dan Pos Kota. Bahkan, armada Pos Selat saat ini harus ditarik untuk membackup penanganan kebakaran lahan di wilayah Kubu.
“Kalau bicara ideal, harusnya ada 16 pos yang terbagi menjadi lima sektor, dengan jumlah personel sekitar 600 orang,” ujar Arta Negara saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Kebutuhan personel juga masih jauh dari kondisi ideal. Dengan jumlah armada yang dimiliki, setidaknya dibutuhkan sekitar 104 personel, sementara personel yang tersedia baru 44 orang.
Damkartan sebenarnya telah memiliki perencanaan pengembangan 16 pos pemadam yang tersebar dalam lima sektor. Namun, realisasinya masih bergantung pada ketersediaan personel serta kemampuan keuangan daerah.
“Sepanjang ada penambahan personel, mungkin kita bisa atur,” kata Arta.
Untuk memenuhi kebutuhan personel, pengusulan dilakukan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Mekanisme perekrutan mengikuti kebijakan pemerintah daerah dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Arta berharap penambahan personel maupun sarana dan prasarana dapat dilakukan secara bertahap. Dengan begitu, rencana pengembangan pos pemadam di sejumlah wilayah Karangasem dapat direalisasikan.
“Harapan kami tentu penambahan personel dan sarana prasarana dapat dilakukan secara bertahap sehingga rencana pengembangan pos pemadam di sejumlah wilayah Karangasem bisa direalisasikan untuk mencapai target lima menit penanganan ke lokasi kejadian,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5568 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2349 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan