Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kematian Pria Karangasem di Bypass Ngurah Rai Masih Diselidiki

Kamis, 5 November 2026, 20:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kematian Pria Karangasem di Bypass Ngurah Rai Masih Diselidiki.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kematian I Kadek Suparta (26), pria asal Karangasem yang ditemukan terkapar di Jalan Bypass Ngurah Rai, masih menjadi perhatian kepolisian. Peristiwa ini sempat memunculkan dugaan penganiayaan setelah korban mengaku dikerumuni sejumlah orang sebelum ditemukan dalam kondisi kritis.

Kasus tersebut telah dilaporkan kakak kandung korban, I Wayan Suardika, ke Polresta Denpasar pada Rabu (4/11/2026). Penyelidikan dipimpin Kasat Reskrim Polresta Denpasar AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura bersama Tim Opsnal.

Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta bukti fisik di lokasi kejadian untuk menelusuri penyebab kematian korban.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya, SH, menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, korban bersama teman kerjanya, Nabila, pergi ke Pantai Jerman, Kuta, untuk mengikuti acara minum minuman keras pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 04.35 Wita, korban yang disebut dalam kondisi mabuk berat dibonceng rekannya menuju kos di kawasan Taman Griya, Tuban. Tak lama kemudian, korban berpamitan dan pergi seorang diri menggunakan sepeda motor Scoopy.

Korban yang berasal dari Banjar Dinas Bugbug Kelodan, Desa Bugbug, Karangasem, kemudian ditemukan terkapar di pinggir Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di depan Krisna Oleh-Oleh.

Menurut Iptu Gede Adhi, saat kejadian kondisi cuaca hujan deras dan jalan gelap. Korban ditemukan dekat trotoar oleh petugas kebersihan DLHK Badung, Ni Wayan Sumini.

"Sepeda motor korban ditemukan di sebelah tubuhnya dalam kondisi rusak parah di bagian depan," ucapnya.

Korban Sempat Dibawa ke Dua Rumah Sakit

Dalam proses evakuasi, korban dibawa menggunakan mobil pikap yang ditumpangi pasangan suami istri, Paiman, menuju RS Bali Jimbaran, Kuta Selatan, sekitar pukul 05.35 Wita.

Iptu Gede Adhi menyebut para saksi yang menolong korban sempat mencium aroma alkohol. Telepon genggam korban masih berada di tangannya dan tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang.

Karena terkendala biaya perawatan di RS Bali Jimbaran, keluarga memutuskan membawa korban ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 21.40 Wita, kondisi kesadaran korban disebut menurun drastis.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat menyampaikan sesuatu kepada kakaknya. Pernyataan itu kemudian memicu dugaan penganiayaan yang beredar di media sosial.

Begini katanya," awalnya sempat minum dan direbut (dikerumuni), kemudian ditaruh saja di rumah sakit."

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) pukul 00.40 Wita di ruang HCU RSUP Prof Ngoerah. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.

Polisi Dalami Dugaan Kecelakaan dan Penganiayaan

Iptu Gede Adhi mengatakan, berdasarkan koordinasi kepolisian dengan pihak medis, korban mengalami luka lecet, lebam, serta patah tulang pada bagian wajah dan beberapa bagian tubuh. Korban juga mengalami patah tulang simetris pada kedua lengan.

Tim medis masih melakukan pencocokan untuk mengetahui apakah pola luka tersebut lebih mengarah pada kecelakaan lalu lintas atau penganiayaan.

Sepeda motor korban mengalami kerusakan berat di bagian depan atas. Komponen besi dari stang ke atas rusak parah, garpu bengkok, dan spion terlepas.

Karakteristik kerusakan tersebut diduga akibat benturan keras. Polisi juga mempertimbangkan keterangan saksi, kondisi korban yang diduga mabuk berat, serpihan kendaraan di tempat kejadian perkara, serta tingkat kerusakan motor dalam menelusuri kemungkinan kecelakaan lalu lintas.

Mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi itu menegaskan, apabila hasil penyelidikan menyeluruh dan hasil visum et repertum (VER) memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas, penanganan laporan akan dilimpahkan ke Sat Lantas Polresta Denpasar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami