Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
112 Anak Jadi Korban Kekerasan Dorong KPPAD Bali Gelar Penyuluhan Goes to School
Sabtu, 27 Mei 2017,
13:04 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Denpasar. Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali melaksanakan program KPPAD BALI GOES TO SCHOOL sebagai program penyuluhan ke sekolah-sekolah menyusul maraknya kasus kekerasan seksual pada anak yang tercatat di Polda Bali ada sebanyak 112 korban kekerasan.
[pilihan-redaksi]
KPPAD Bali mencermati kejadian banyak menimpa anak sekolah dasar, maka programnya tahun ini diarahkan ke sekolah dasar. Sebagai awal, tiga sekolah dasar di kecamatan Tabanan dijadikan lokasi penyuluhan yakni SDN 1 Dajan Peken, SDN 1 Subamia dan SD Bintang Persada.
Divisi Hukum dan Kebijakan KPPAD Ni Luh Gede Yastini menyatakan materi yang diberikan yakni tentang bagaimana anak-anak mengetahui bagian tubuhnya yang harus dijaga, dan bersikap melawan/melaporkan apabila ada tindakan tindakan tidak senonoh yang dilakukan orang lain.
"Selain itu juga diberikan pemahaman tentang saling menghargai dan tidak melakukan bullying," tuturnya, Sabtu (27/5).
Yastini mengatakan program ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap program ini akan membuka kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak dan sekaligus anak-anak memiliki self defense apabila menghadapi tindakan kekerasan disekitarnya.
"Ini kami baru awal jadi pertama ini kami lakukan di tabanan selanjutnya menyusul Denpasar dan Karangasem secara bergiliran," sebutnya.
[pilihan-redaksi2]
Yastini mengatakan pihaknya sebenarnya ingin melakukan kegiatan di seluruh bali, tidak hanya di tiga wilayah itu saja karena kekerasan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Walau, Ia tidak menampik tiga wilayah ini menjadi wilayah dengan korban kekerasan terbanyak di Bali.
"Kami memilih Tabanan karena memang hasil koordinasi dan juga kesiapan tiga wilayah. Disamping juga kasus yang terjadi seperti Karangasem dan Denpasar banyak," sebutnya.
Walaupun baru terkonsentrasi di tiga wilayah saja, Yastini meminta masyarakat luas dalam upaya perlindungan anak harus melakukan upaya pencegahan anak dari kekerasan.
"Masyarakat harus membantu anak apabila mengalami kekerasan termasuk melaporkan dan membantu dalam reintegrasi agar anak bisa diterima sehingga tidak ada labeling atau stigma negatif pada anak khususnya korban," sebutnya. [wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5306 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3440 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2242 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 977 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026